34. Tidak adil

5.1K 428 24
                                        

Kevin baru saja menelpon Ayah dan Ibunya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, ia meminta agar Emily dan Jonathan datang ke kantornya sekalian makan malam bersama.

Karena, foto yang tempo hari mereka lihat di ponsel Renatta adalah Mateo.

"Mateo?"

Renatta menatap Kevin tidak percaya.

"No, Re! Aku tidak pernah memata-matai dirimu seperti ini. Aku juga tidak pernah meminta Mateo melakukan ini."
Jelas Kevin seakan mengerti arti tatapan Renatta yang meminta penjelasan.

"Untuk apa? Aku bahkan bisa masuk ke apartmentmu jika terpaksa." Tambah Kevin.

"Apa Mom yang melakukannya?"

Kevin terdiam mendengar ucapan Renatta.

"Ma-maksudku.. Aku bukan berpikiran jelek, mungkin Mom Emily penasaran dengan diriku."

"Aku tahu." Lalu, Kevin mencoba menelpon Mateo yang entah sejak kapan menghilang dari dekatnya. Namun, nomornya tidak dapat dihubungi.

Dan sejak itu, Mateo tidak pernah datang ke kantornya bahkan tanpa informasi apapun. Sehingga, ia akan menetapkan Mateo dalam daftar pencarian orang nanti.

Kevin menatap kedua rekannya yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya.
Mereka memang lebih sering ke gedung EJ semenjak Renatta masuk rumah sakit seminggu yang lalu.

Well, mengenai Renatta, Kevin tidak terlalu sering menemuinya, namun komunikasi masih terus berjalan. Demi keamanannya, ia lebih memilih mengutus orang suruhannya untuk mengawasi wanita itu secara diam-diam. Ia sudah membicarakan hal ini dengan Renatta yang mau tidak mau harus menurutinya.

Bukan karena tidak peduli, namun pekerjaan Kevin lebih menggunung kali ini. Namun, ia bersyukur kedua temannya kini sudah lebih dekat kembali padanya dan menjadi rekan bisnis yang mumpuni.

"Peter! Jangan kotori ruanganku dengan minumanmu!"

Teriak Kevin kesal saat ia baru saja hendak kembali fokus dengan pekerjaannya, namun kedua makhluk menyebalkan itu terlihat enjoy melakukan apapun yang mereka mau.

Louis fokus pada tabletnya, namun dengan kaki terangkat ke meja. Peter yang selalu membawa berbagai macam minuman terenak dari bar nya dan menikmati harinya hanya dengan mengecek pekerjaan anak buahnya dan penghasilan hariannya dari notebooknya.

Rekan bisnis yang mumpuni?
Yang benar saja!
Kevin mengusap kepalanya kasar dan merasa jengkel akan tingkah laku mereka yang sangatlah yeah... Ciri khas mereka...

Ia kira, kedua temannya ini sudah berubah dan lebih dewasa. Nyatanya, ia serasa berkumpul dan bekerja dengan anak kecil dari JHS lagi.
Mengulang masa kecil?

Tidak!

"Kau terlihat lelah. Ayo, lebih baik kita minum dulu. Hari sudah semakin sore dan saljupun kian mengeras. Kurasa, ini adalah hari yang cocok untuk kita berkumpul."
Ucap Peter yang langsung disambut antusias oleh Louis.

Kevin menganga tidak percaya melihat Louis mengambil gelasnya dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Peter yang dengan wajah menggodanya itu menuangkan minuman beralkohol itu ke gelas ramping nan tinggi milik Louis.

Louis membalas godaan Peter dengan wajah menjijikannya lalu mereka tertawa konyol.
Kevin merubah wajahnya menatap mereka dengan datar tidak percaya.

Ia berjalan menghampiri mereka yang duduk di sofa tak jauh dari meja kerjanya.

"Oh, ayolah. Kau akan menyukai ini." Ucap Louis.

ON HER EYES (FINISH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang