49. Extra Part : Hormon Hamil?

6.5K 416 91
                                        

Kevin menggenggam erat kemudi hingga berasa air keringat mulai membanjiri seluruh telapak tangannya.
Tak seincipun tangannya bergerak melebihi kursi kemudinya.

Sesekali kepalanya melirik kearah sang ibu negara yang sedang marah. Namun, Renatta terlihat sibuk dengan ponselnya lalu membuka majalah ibu dan anak yang ia dapatkan dari salah satu toko yang telah ia kunjungi.

"I am here.."
Suara Renatta muncul dari balik punggung Laura yang terlihat sangat marah namun tak lama Kevin melihat senyuman diwajah Renatta.

"Laura? Apa yang sedang kau lakukan dengan suamiku?"  Tanya Renatta sambil merangkul lengan Kevin erat. Kevin menghela napas lega, ia kira Renatta akan mengamuk. Tapi ternyata, Renatta lebih tahu malu untuk tidak membuat keributan.

"Ahh, kukira Kevin sedang kesini sendiri, jadi- .."

"Maaf, tapi dia sedang bersamaku. Dan juga kemungkinan aku harus memberi tanda pada suamiku agar tidak ada yang menggodanya."  Potong Renatta sambil mengecup bibir Kevin.

Kevin terkejut dengan sifat pemberani Renatta. Mungkin hormon kehamilan nya sedang bagus.

Laura terlihat terkejut dan tidak bisa berkata-kata. Ia melihat kedua orang didepannya sedang tersenyum akan penuh kemesraan. Itu semua membuatnya muak.

"Well, sepertinya urusan kami disini sudah selesai. Kami mau pulang." Ucap Renatta.

Kevin bahkan hanya bisa tersenyum bangga.
Ia begitu puas melihat wajah Laura yang memucat karena merasa dipermalukan.

Laura memotong. "Tunggu! Baiklah, aku juga pergi. Permisi!"

Laura melenggang pergi begitu saja. Mungkin, ia akan bertambah malu jika dirinya yang ditinggalkan. Lebih baik ia mengambil langkah pergi duluan.

Kevin tersenyum.
Namun, senyumnya seketika lenyap ketika melihat Renatta berjalan meninggalkannya begitu saja ke arah pintu keluar dengan wajah datar.

"Sayang.."

"Hhmmm..."

"Kamu marah tentang Laura tadi?"

Renatta menutup majalahnya sambil menghela napas.
"Sempat marah. Tapi, aku lebih percaya suamiku daripada oranglain."

Kevin tertegun.
Aih, Renatta-nya semakin mempesona saja.
Ia melihat senyum itu kembali merekah dengan cantiknya membuat Kevin ikut tersenyum otomatis.

"Thanks, baby.. "

"Aku hanya tidak mau salah paham. Dan aku tidak mau perjuangan kita tak ada artinya dengan kehadiran seorang Laura. Dia bukan apa-apa." Ucap Renatta sambil membuka ponselnya dan menjawab pesan dari sahabatnya yang memberitahu bahwa dia sedang mengirim paket.

Paket istimewa untuk calon keponakkannya yang akan lahir sebentar lagi. Sedangkan sahabatnya itu sedang kembali berlibur dengan Peter di Hawaii, mungkin hingga tahun depan.

Renatta tersenyum pada ponselnya.

Kevin mengangguk senang.
Ia berjanji dalam hati, ia tidak akan melunturkan kepercayaan Renatta pada dirinya.
Ia akan selalu jujur dan berusaha melindungi keluarga kecilnya dari siapapun yang hendak mengganggu.

Lalu, ingatannya kembali pada disaat ia melihat Emily dengan seorang pria yang memeluknya mesra.

"Sayang.."

"Ya?" Renatta menaruh ponselnya kedalam tas sambil melirik ke arah Kevin, memberikan perhatian penuh terlebih karena Kevin sedang menyetir.

"Apa minggu ini kau menelpon Mom?"

ON HER EYES (FINISH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang