27. You Should Love me Harder

4.4K 380 28
                                        

"Kenapa kau membohongiku?"

Renatta tersentak dari tidurnya, cahaya redup matahari anehnya membuat kepalanya semakin pusing.
Ia melihat sekeliling ruangannya yang kosong dan tidak ada seorangpun yang menunggunya.

Jika biasanya, ia terbangun dan melihat pria itu duduk dikursi samping ranjangnya, kali ini ia tidak mendapatkannya.

Bahkan, ruangan ini begitu terasa mencekam dan Renatta tidak menyukainya.
Ia bangun dari ranjangnya lalu meminum segelas air diatas nakas untuk menghilangkan pusing di kepalanya.

"Kenapa kau membohongiku?"

Renatta terhentak sendiri dengan suara yang tiba-tiba terdengar disamping telinganya.
Ia menoleh kaget menyadari kekosongan diruangannya.

Mencoba mengenyahkan suara itu, ia mendekati jendela dan membukanya. Namun, sial!
Ia merasakan hembusan musim dingin begitu kencang dan terasa menembus tulangnya.

Ia menutupnya kembali. Lalu, berjalan berniat keluar ruangan sambil mengusap lengannya dan mengambil jaket.

Ia sudah tidak memakai pakaian rumah sakit lagi. Karena, siang ini ia akan pulang.
Renatta membuka pintunya dan menoleh ke sekitar lorong.

Tak ada orang.
Bahkan, satupun bodyguard tidak ada.

Renatta mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi pria itu.

"Your number is calling..."
Ia mematikan sambungannya ketika sang operatorlah yang menjawab telponnya.

Nomor pria itu tidak aktif. Kenapa?

Saat ia hendak memasuki lift, ia terkejut melihat Kakaknya.
"Kak? Ada apa?"

Renatta masuk dan kembali menutup pintu lift yang akan turun.
"Kevin sudah mengetahui semuanya."
Ucap Jean perlahan.

Selama perjalanan keluar hingga ke depan rumah sakit, Renatta hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun.

Apa karena ini, Kevin tidak bisa dihubungi?
Kenapa pria itu tidak meminta penjelasannya?
Tapi, untuk apa juga ia menjelaskannya?
Bahkan, semua itu memang benar apa adanya.

Renatta bahkan yakin, jika ia tidak akan bisa berkata-kata untuk membela perkataannya nanti. Ia bahkan tidak pantas untuk mendapatkan pembelaan atau membela dirinya sendiri.

"Re? Are you okay?"

Renatta mengangguk.

"Kakak mau kau kembali kerumah saja. Mengenai Kevin, kita akan mencari cara terbaik untuk menyikapinya."
Renatta hanya mengangguk membiarkan ia dipapah ke mobil kakaknya.

Jean menyetir menuju gedung EJ Apartment.
Sampai di apartmentnya, Renatta berjalan sambil memanggil nama pria itu. Sesungguhnya, ia berharap jika pria itu tidak ada disini. Atau, ada disini?  Ah, Renatta jadi bingung sendiri apa maunya.

Namun nyatanya apartment itu sepi.
Dan Chloe muncul dari belakang.

"Chloe, apa Kevin datang kesini?"

"Tidak, Nona."

Renatta menghembuskan napasnya.
"Chloe, boleh aku menitip sesuatu untukmu?"

----------

Sudah seminggu ia tinggal dirumahnya kembali. Namun, pria itu tidak lagi menghubunginya.

Apa begitu saja?
Hanya segitu cinta pria itu padanya?

Renatta hanya berdiri di balkon kamar lamanya yang terletak di lantai 2. Sehari-harinya, ia harus tersenyum dan bahagia seakan tidak ada masalah. Padahal, ia begitu merindukan pria itu.

ON HER EYES (FINISH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang