Singto POV
Sudah beberapa hari sejak kepulangan kami dari villa di pantai. Aku dan Krist sama-sama sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing.
Walau setiap hari kami masih bertemu karena jadwal take Sotus yang padat, aku jarang bisa berbicara berdua saja dengannya.
Kami masih berbicara di whatsapp tapi rasanya sulit untuk mencari waktu berduaan saja dengannya. Padahal aku ingin berbicara serius tentang hubungan kami. Mau tak mau, aku jadi berpikir dia sedang menghindari diriku.
Hari ini sudah aku nantikan sejak P'Jane menyampaikan pekerjaan ini. Sebuah majalah fashion terkemuka di Thailand menginginkan sesi wawancara singkat dan pemotretan untukku dan Krist sebagai pemeran utama Film Sotus yang promosinya sudah dimulai beberapa waktu yang lalu.
Aku berharap, aku bisa menemukan waktu untuk berbicara dengannya di sela-sela pemotretan.
Di tempat setting takkan ada teman-teman kami yang merecoki, jadi aku bisa berbicara dengannya lebih leluasa tanpa takut diganggu geng perusuh itu.
Dikarenakan kami berangkat dari tempat shooting, P'Jane pun mengajak P'Yui dan Krist untuk ikut serta semobil menuju tempat photo session itu akan berlangsung.
Saat ini aku sudah ada di dalam mobil, menunggu kedatangan P'Yui dan Krist yang masih berkemas.
"Singto! Tenanglah..." sahut P'Jane padaku,
"Alai wa P? Apa yang aku lakukan?"
"Kamu terus menggerak-gerakkan kakimu dengan gugup, rasanya mobil ini ikut bergoyang karena itu!" sahutnya geli,
"Haish... Kau berlebihan Phi..." jawabku sambil menghentikan gerakan kakiku, "Kenapa mereka lama sekali? Apa kau sudah bilang kalau kita menunggu di luar Phi?"
"Astaga... sudah Nong! Aku sudah bilang padamu tadi, aku sudah bilang Yui kalau kita menunggu di dalam mobil. Sabar sedikit... Mereka akan segera keluar!"
Akhirnya P'Yui dan Krist muncul dari pintu depan dan berjalan menuju ke mobil beriringan.
"Maaf lama menunggu... P'Top tiba-tiba memanggilku untuk memastikan jadwal..." kata P'Yui saat membuka pintu mobil dan menyuruh Kit masuk, sebelum kemudian dia duduk dengan P'Jane di depan.
"Kita berangkat sekarang ya..."
Krist melepas jaketnya begitu duduk di dalam mobil dan tersenyum padaku, "Diluar sangat panas! Terima kasih P'Jane yang sudah mendinginkan AC mobil untuk kami..." katanya pada P'Jane, "Kau memang paling tampan!"
"Terima kasih Nong... Kau memang paling pintar memuji!"
Aku hendak berbicara saat handphone Krist berbunyi dan dia langsung mengangkatnya, membuatku urung bicara.
"Alai Wa, Ai Nam?"
"Aku sudah di mobil bersama Singto, kami ada pemotretan!"
"Uhm... Nanti malam kan? Aku tahu, aku takkan terlambat. Seharusnya pemotretan ini tak sebegitu lama..."
"Aku mengerti! Okey na jaaaa...."
Aku hanya bisa meliriknya tajam, mendengar nada manis yang dia gunakan untuk berbicara dengan Nammon. Yang benar saja, dia selalu tak bisa saat aku mengajaknya bertemu, tapi dia malah membuat janji dengan Nam?!
"Alai wa Phi?" tanya Krist saat menyadari tatapanku padanya,
"Tak ada apa-apa! Kau akan pergi dengan Nammon malam ini?" tanyaku,
"Tidak..."
"Lalu itu tadi apa?" tuntutku,
"Nammon dan New akan ke condoku malam ini..." sahutnya,
KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE SCENE (Krist x Singto FanFiction) COMPLETED
FanfictionBuat yg udah follow nina almeira the series mungkin project yang satu ini bukan kalian banget. Karena kali ini aku bikin project fan fiction gara2 jiwa fujoshi terbangkitkan karena lg banyak film BL seru. Project BTS menceritakan cerita "real life"...
