Sebelum mulai baca chapter ini author cuma pengen ngasih tau, chapter ini super hot. Buat yang follow project aku sebelumnya mungkin dah pada hapal, ciri khas aku bikin hot scene dengan bahasa yang bold banget.
Jadi jangan kaget jika menemukan bahasa dalam adegan itu terlalu "kasar". Aku ga memperhalus bahasa, dan cenderung menulis adegan seks apa adanya.
Happy reading!!!
Singto POV
Suara tawa Krist memberikan sensasi seolah perutku teraduk-aduk. Mungkin inilah yang disebut butterfly in my stomach. Kami berjalan kembali ke condo Krist masih dengan bergandengan tangan. Bisa kurasakan dia meremas balik genggaman tanganku.
Walau saat itu sudah malam, namun aku tak mau ambil resiko terlihat oleh beberapa orang yang masih berkeliaran. Kupercepat langkahku dan menarik Krist masuk dalam lift pertama yang terbuka.
Suara notif pesan masuk ke handphone Krist dan dia membukanya saat kami di dalam lift. Dia menunjukkan pesan masuk itu padaku sambil tertawa geli.
Jika ini benar-benar seperti dugaanku, aku bersumpah aku akan membunuhmu dalam tidur Kit!!
Dia masih tertawa saat kami melangkah keluar dari lift di lantai kamarnya. Benar-benar merasa terhibur dengan kejadian malam ini.
"Sepertinya, Nammon sudah menangkap actingmu Phi... Saat ini dia sedang merencanakan satu atau dua pembunuhan!" katanya dengan geli,
"Salah dia sendiri yang tak bisa menangkap situasi..." jawabku singkat,
"Kau benar-benar tak harus pulang malam ini?" tanyanya,
"Kau ingin aku menginap?" aku balas bertanya padanya,
"Kau bisa menginap?" Krist lagi-lagi menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan,
"Kenapa kau malah balas bertanya?"
Pintu lift pun terbuka dan aku pun melangkah keluar, namun aku berhenti di depan pintu lift saat kulihat dia tak bergerak dari dalam ruangan sempit itu.
Saat pintu lift hendak tertutup, aku meletakkan tanganku di pintunya, mencegah pintu lift tertutup kembali.
"Aku ingin Phi menginap!" katanya,
"Maka aku akan menginap..." sahutku sambil menarik dia keluar dari dalam lift dengan tak sabar.
Aku mulai menyerangnya begitu pintu condo tertutup dan dengan tergesa kami melepaskan sepatu dan jaket, melemparkannya sembarangan. Dengan sekali tarikan aku melepas kaos Krist dari kepala dan melepas kaosku dengan tak sabar.
Mengacuhkan kekacauan kecil di ruang tamu, aku membawa Krist menuju tempat tidur dan duduk di pinggir tempat tidur dengan Krist yang masih berdiri di depanku.
Kulebarkan kedua kakiku dan menariknya masuk, memeluknya erat. Dia memeluk kepalaku di perut datarnya dan kedua tanganku melingkar di pinggangnya.
"Akhirnya... kedamaian... Aku benar-benar tergoda untuk menendang bokong dua orang kurang ajar itu keluar dari condo dan membiarkan kita sendiri."
Krist mendongakkan kepalaku dan melumat bibirku dengan ganas. Dia menarik rambut di tengkukku dan membuat kepalaku semakin mendongak. Tanganku meraba bagian depan celana jeansnya dan membukanya dengan gerakan tak sabar. Krist berhasil membuat hasratku meluap hanya dengan ciuman.
Aku merasa putus asa, ingin merasakan diriku ada di dalam dirinya, tapi aku tahu Krist baru pertama kali melakukannya dengan lelaki. Kami belum membicarakan masalah seks sama sekali.
Sebelumnya kami hanya saling memuaskan dengan mulut dan tangan. Tapi aku ingin lebih.
Celanaku mulai terasa tak nyaman. Kulepaskan pagutannya di bibirku, hanya untuk melepaskan celana panjangku, menyisakan celana dalam dan memberi isyarat padanya agar melakukan hal yang sama. Aku menariknya lagi masuk diantara ke dua kakiku yang terbuka dan aku menempelkan bibirku di celana dalamnya, tempat sebuah gundukan telah tercipta.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE SCENE (Krist x Singto FanFiction) COMPLETED
FanfictionBuat yg udah follow nina almeira the series mungkin project yang satu ini bukan kalian banget. Karena kali ini aku bikin project fan fiction gara2 jiwa fujoshi terbangkitkan karena lg banyak film BL seru. Project BTS menceritakan cerita "real life"...
