Krist POV
Pelukan itu sungguh membantu, aku bisa merasakan gemetar ditanganku berkurang, namun tak urung jantungku berdebar makin kencang. Antara nervous dan excited.
Kami duduk bersisian di atas kursi itu memandang langit malam kota Bangkok dari atap gedung kampus. Kugunakan waktu sejenak untuk memejamkan mata dan menarik ruh karakterku untuk masuk ke dalam diriku.
Di dalam hati aku terus mengucapkan mantra 'Aku Arthit, orang di depanku ini adalah Kongbop. Junior yang kusayangi melebihi apapun di dunia. Hari ini aku sungguh bahagia karena ada dia disini bersamaku'
Bisa kurasakan tubuhku menghangat walau angin malam bertiup di sekitarku. Ketika aku membuka mata, yang kupandang adalah bola mata hitam legam yang mempesona dan menarik semua perhatianku kepadanya, tanpa sadar aku tersenyum malu karena menatap mata orang yang kucintai.
Dialog demi dialog telah aku ucapkan dan ketika saatnya adegan ciuman itu, jantungku kembali melompat tak karuan.
Aku bisa merasakan ketika wajah Kong mendekat padaku dengan perlahan, akupun dengan perlahan menutup mataku dan menantikan saat dimana bibir lembutnya menyentuh bibirku.
Seolah semuanya terjadi dalam slow motion, aku bisa merasakan bagaimana rasanya saat bibirnya menyentuh bibir bawahku dan mengulumnya lembut, aroma susu cokelat dan sedikit kopi seolah mengepung indraku, kubuka sedikit bibirku untuk memudahkan aksesnya mencicip.
Kong mengulum bibir bawahku dua kali. Dua kali yang panjang dan lama. Seperti kucing pemalas yang mencicipi susu hangat kesukaannya.
Saat dia menyudahi ciumannya dan mundur perlahan, aku membuka mata sama perlahannya dan mengarahkan kepalaku ke depan dengan malu-malu.
Bisa kurasakan wajah dan telingaku berubah warna perlahan. Bukan acting, tapi aku benar-benar merasa malu karena ciuman itu.
Ciuman pertama kami yang terasa begitu manis, beraroma susu cokelat yang hangat dan memabukkan, akhirnya berakhir.
Saat aku melirik Kong yang ada di sebelahku bisa kulihat dia menyunggingkan senyum kemenangan di wajahnya... Dan...
CUT
Seketika aku langsung berdiri dan kabur dari tempat itu untuk menyembunyikan wajahku yang sudah merah padam.
"Oi... Krist... Mau kemana?"
"Kamar mandi!" sahutku cepat saat P'Boy memanggilku,
Bisa kudengar suara tawa tertahan yang pecah dari seluruh staf melihat tingkahku saat aku berlari turun melewati segala peralatan shooting.
Singto POV
CUT
Semua tulang dalam tubuhku rasanya meleleh... Kurebahkan tubuhku di bangku itu, aku sangat terkejut melihat Krist yang kabur begitu saja dari depanku.
Kuangkat salah satu lenganku untuk menyembunyikan wajahku yang terasa menghangat. Hampir saja aku hilang control saat itu. Aku benar-benar menahan diri sekuat tenaga agar tak menarik Krist menempel ke tubuhku.
Saat bibirku menyentuh bibirnya, ruh karakterku seolah melayang pergi dari tubuhku dan aku mendapati aku lah yang mencium Krist saat itu... bukan Kong. Tapi aku, Singto.
Ketika aku merasakan respon polosnya saat membalas kulumanku di bibir bawahnya, aku merasa seolah menabrak dinding beton yang keras dan membuat kepalaku terasa pening.
Untungnya aku masih bisa menahan gejolak dalam diriku dan berhasil melepaskan diri dari bibir Nong yang manis. Bahkan saat kami menyudahi ciuman itu dan aku melihat dirinya tersenyum malu-malu, aku terdorong untuk merengkuhnya dalam pelukanku dan menyembunyikan wajahnya di dadaku.
Aku harus menggenggam erat-erat pinggiran bangku kayu tempat kami duduk agar aku tak meraih dirinya.
"Singto... Are you okey?"
"Okey Phi... Kemana Krist tadi pergi?"
"Ke toilet sepertinya... Wajahnya merah padam saat lari tadi..."
"Apa itu (hasil take) okey?"
"Okey banget! Kerja bagus Nong!" sahutnya sambil menepuk bahunya perlahan, "Okey yang lain... Itu adegan rooftop terakhir kita, bereskan semua peralatan. Besok kita akan pindah tempat!"
Aku berdiri dan menyusul Krist yang sudah turun ke bawah, setelah mengatakan pada P'Jane kalau aku akan menuju ruang istirahat, aku pun turun ke lantai bawah. Tempat yang kutuju adalah kamar mandi, karena aku ingin memastikan keadaan Krist.
Saat aku sampai di lantai bawah, kulihat Krist yang baru saja keluar dari toilet.
"Krist!" panggilku,
"Oi... P'Sing... Alai wa?" tanyanya padaku, "Apa itu kurang bagus?" tanyanya lagi sedikit cemas.
Wajahnya lembab mungkin karena dia mencuci muka dan mengeringkannya dengan tissue toilet dan raut mukanya sudah hampir kembali normal hanya tertinggal sedikit semu merah muda di pipinya.
Dia berhasil menenangkan diri.
"Uhm... Tidak... Hasilnya sudah oke. P'Can sudah mengijinkan kita untuk pulang. Besok kita lanjut di lokasi lain!"
"Aw... okey!"
Apa itu isyarat kekecewaan yang kudengar dalam suaranya?? Apa Krist mengharapkan mengulang adegan itu lagi?? Aku langsung menghilangkan pikiran aneh itu dari otakku.
"Good work Nong! Sampai jumpa besok!"
"Sampai Jumpa Phi!" sahutnya lagi saat aku melewatinya menuju ruang istirahat untuk berkemas.
Saat berjalan menjauh, kupijat perlahan dadaku tempat jantungku yang masih terasa berdebar terlalu cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE SCENE (Krist x Singto FanFiction) COMPLETED
FanfictionBuat yg udah follow nina almeira the series mungkin project yang satu ini bukan kalian banget. Karena kali ini aku bikin project fan fiction gara2 jiwa fujoshi terbangkitkan karena lg banyak film BL seru. Project BTS menceritakan cerita "real life"...
