Chapter 47

1K 85 9
                                        

Krist POV

Pria itu masih menatapku dengan curiga, dia terlihat kesal dan tidak percaya. Saat ini aku sedang mencoba membujuknya untuk tidak menemaniku ke jadwal pemotretan yang harus kudatangi.

Sejak semalam dia menginap di apartemenku dan sepagian ini sudah kami habiskan bersama. Namun kini dia memasang ekspresi seperti anak anjing yang akan dibuang oleh majikannya, hanya karena aku bilang kalau dia harus pulang karena aku harus siap-siap untuk berangkat kerja.

"Bisakah kau bersikap rasional sedikit tidak mungkin aku mengajakmu ke pemotretan itu. Kau tahu sendiri P'Yui sedang tidak terlalu berpihak padamu... Dia akan marah besar jika tahu kau ikut datang bersamaku ke sana!"

Aku menatap wajah cemberutnya dengan gemas. Beberapa saat yang lalu Singto menarikku naik ke atas pangkuannya dan kami pun duduk di sofa dengan posisi itu. Menyia-nyiakan sofa putih panjangku dan malah duduk menempel mesra seperti kembar siam.

Kubingkai wajahnya dengan kedua tanganku dan menghujaninya dengan ciuman.

"Tapi aku menganggur, aku tak tahu harus melakukan apa hari ini... Aku sedang libur tapi tak ada yang bisa menemaniku di hari liburku. Kenapa kau harus bekerja hari ini?" tanyanya sambil memanyunkan bibir, meminta ciuman,

"Hanya sebuah pemotretan, akan selesai di sore hari." kataku sambil memberinya sebuah ciuman di bibir dengan suara berisik,

"Aku bisa menunggu pemotretanmu selesai di sana..." katanya lagi masih terus mencoba merayuku,

"Tidak Phi..."

Aku berusaha memberikan nada paling tegasku padanya yang teramat sulit kulakukan melihat wajah memelasnya.

"Apa yang kau sembunyikan dariku?" tanyanya kemudian,

"Apa maksudmu? Aku tidak menyembunyikan apa-apa..."

Dia masih bersikeras bahwa aku menyembunyikan sesuatu, bahkan hingga detik dimana aku menutup pintu apartemen di depan wajahnya. Aku harus segera bersiap karena saat ini sudah pukul 11, sedangkan P'Yui berjanji menjemputku jam 12.

Kubuka notif di handphoneku dan menampilkan pesan whatsapp yang baru saja aku terima,

Sampai jumpa di pemotretan hari ini, aku sangat menantikan bisa bertemu denganmu.

Kulihat foto profil pria tampan dengan kulit gelap itu. Jika P'Sing tahu aku punya jadwal pemotretan dengan pria ini. Bisa-bisa dia akan ngambek.

Forward

P'Yui berjalan di depanku, sambil memberi arahan padaku dan memberikan detail pekerjaan hari ini. Pemotretan hari ini sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari, namun entah kenapa beberapa hari yang lalu pihak majalah memutuskan untuk mengganti konsep dan partner kerjaku.

Yang aku tahu dari P'Yui, harusnya aku melakukan pemotretan hari ini bersama P'Mek, Kakak Kandung Mook. Tapi baru 2 hari yang lalu kami mendapat kabar bahwa aku harus melakukan pemotretan hari ini bersama orang lain.

"Hai, Krist! Astaga... lama sekali kita tidak bertemu bukan?"

Seseorang memeluk bahuku dengan tiba-tiba membuat aku hampir terjatuh. Dengan sigap pria itu menarikku mendekat, mencoba menyeimbangkan tubuhku yang goyah. Sisi kiri tubuhku menempel ketat dengan tubuh padat dan kerasnya.

"P'Earth... Jangan mengagetkanku!" kataku sambil mendorongnya pelan,

"Maaf... Maaf... Kau baik-baik saja?!" tanyanya sambil tertawa,

"Selain hampir terkena serangan jantung, aku baik-baik saja! Terima kasih sudah bertanya!"

"Mulutmu masih tajam seperti biasanya na?" godanya sambil mengacak-acak rambutku dengan gemas,

BEHIND THE SCENE (Krist x Singto FanFiction) COMPLETEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang