"EH GILA!! MASA HANS MAU NIKAH NIH!?" Lisha menggebrak meja kayu yang ada di hadapan mereka saat ini.
Mereka ada di rooftop.
"SAMA SIAPA COBA!?" Tanya Anya.
"Gak tau guenya. Masa ya. Baju yang kita buat ke sana tuh dari dia. Hih gak nyangka guenya. Gue denger denger dia kan gamon dari Kana" celoteh Lisha.
"Bener Lis. Mana bajunya design nya bagus bagus pula. eh iya. Lo kan yang buat design baju pengantinnya?"
"Hmm iya. Cuman gambar doang tapiiiiiii. Selanjutnya darisananya yang ngelanjutin. Padahal gue mah penasaran bangettt"
"Tenang aja kok. Nanti di pernikahannya kita pasti ketemu orangnyaaa" sahut levin.
Anya menidurkan kepalanya di paha Lisha.
"Bener sih, tapi penasaran bangetttt"
"Ehh Lis, pulang dulu yuk!" Ajak Levin pada Lisha.
"Lah? Kan baru dua jam an disini?" Lisha cemberut.
"He em bener Vin. Masa udah mau pulang?"
"Udah malem kali Nya"
"Halahhhhh gamauuuu" Anya menahan tubuh Lisha agar tidak pindah.
"Heh!!" Semua menoleh pada Arsha.
"Kenapa kok kalian berdua bisa barengan?" Tanya Arsha menyelidik.
"Eummm itu tadi...-"
"Gue ketemu Lisha di depan apartmen. Jadi gue ajak sekalian gitu" potong Levin.
"Beneran?" Tanya Anya pada Lisha.
Lisha hanya mengangguk.
"Eh? Ayo pulanggg!!!" Levin menarik narik kaki Lisha.
Sedangkan Anya menarik narik pinggang Lisha agar tetap di tempat.
"Yah gabolehhh!!!" Kata Anya.
"Kalian nginep aja disini!!" Kata Arsha.
"YAP!! BENER!!"
Levin berhenti menarik kaki Lisha.
"Tidur dimana?" Tanya Levin.
"Bang Levin tidur di ruang tamu. Lisha tidur di kamar tamu" jawab Arsha.
"Gimana?"
"Ogah bener gue tidur di soffa" kata Levin dengan tampang yang gak selow.
"Lha terus? Lo mau tidur sama Lisha?" Tanya Arsha.
"Gini aja gimana? Anya tidur sama Lisha di kamar Anya. Terus kalian berdua tidur di kamar tamu" usul Anya.
"Yah yah... kok gitu sih Nya?" Arsha protes.
"Terus gimana?" Tanya Anya.
"Masa aku gak sama kamu?"
"Kan besok bisa. Sekarang aku lagi kangen sama Lisha"
"Ngalah ngono rapopo loh mass" Levin berkata dengan menggunakan bahasa asalnya.
(Mengalah gitu gakpapa loh bang)
"Hei. Lo bicara apa sih kak?" Lisha mengerutkan dahinya.
"Bahasa jawa itu mah" jawab Anya.
Arsha menarik Anya untuk duduk.
"Aaaa gak mau ldr sama Anyaaa!!" Arsha memeluk Anya seolah olah Anya adalah benda yang mungil. Ya emang mungil sih.
"Saoloh Sha. Cuman semalem juga kok" kata Lisha memutar bola matanya malas melihat kelakuan Arsha yang seperti bayi gak mau ditinggal emaknya.
"Gakmau"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL ABOUT US
Teen FictionDisaat kita saling membenci, kita merasakan getaran yang berbeda. Disaat kita saling mencintai, kita merasakan hal yang berbeda. Dari kesimpulan tersebut, bisa dikatakan bahwa benci dan cinta itu hanya beda tipis. Mungkin sama dengan apa yang dialam...
