/13/ penyelidikan 2

1.4K 67 11
                                        

"BODO BANGET SIH LO!! KALO KITA KETAUAN GIMANA!??" Teriak seseorang frustasi.

"Itu suaranya" kata Anya yakin.

"Itu suaranya Velly. Gue yakin" kata Jivi yakin.

Anya terkejut dengan apa yang dikatakan Jivi.

"Berarti itu beneran kak Velly?" Tanya Anya.

"Ayo kita cari tau" kata Nsyca lalu menggiring mereka semua menyelidiki suara itu.

Mereka berenam bersembunyi di balik tembok dekat gerbang.

"Kak Velly itu yang mana?" Tanya Anya.

"Velly itu yang pakek bannie itu" jawab Tria sambil menunjuk wanita yang memakai bannie warna putih tulang.

"Itu.... yang ada di depannya Lisha kan?" Tanya Anya.

"Eh iya" kata Kana.

"DASAR!! SEHARUSNYA LO BISA KONTROL EMOSI DONG!" Bentak Wanita yang diyakini adalah Velly itu.

"HEH! GUE INI UDAH GAK TAHAN YA NUNGGU DIA LENYAP DARI BUMI INI. APALAGI MEREKA SEKARANG PACARAN!!!" balas Wanita berambut ungu di depannya itu.

"Kok bisa?" Tanya Velly tak percaya.

"Kata murid lain.. mayat hidup itu pacaran sama Arsha. Gue gak suka ya kalo renacan kita gagal cuman gara gara itu" kata Lisha.

Mereka berenam masih mendengarkan percakapan dua manusia yang menjadi tersangka penganiyaan Anya.

"Pokoknya gue gak mau tau. Kalo sampek kita ketauan.. itu semua gara gara lo" kata Velly.

"Gak bisa dong.. kalo kita ketauan yang salah itu lo. Kenapa gak lo bunuh aja si mayat hidup waktu itu?" Lisha tak terima.

"Gue gak nyangka mereka beneran ngelakuin semua ini?" Kata Anya kemudian meneteskan air mata.

Saat mereka memerhatikan kedua orang tersebut. Dari dalam tempat yang berbentuk rumah itu keluar seorang pria.

"Dasar murahan" umpat Anya pada pria itu.

"Itu kan kak Dhika?" Tanya Kana sambil menunjuk pria itu.

"Iya itu Dhika. Ngapain dia disini?" Nysca heran.

"Jangan jangan.....??" Anya menggantungkan kalimatnya ketika pria yang sedang diamati mereka mulai berkata.

"Kalian yang bodoh. Kalo lo gak ketauan.. kita gak bakal ketauan. Jadi jangan salahkan kalian yang tidak membunuh Anya. Karena Anya hanya akan lenyap ditangan gue" kata Dhika.

Anya melebarkan matanya terkejut dengan apa yang dikatakan mereka.

Sudah jelas sekarang. Bahwa ketiga orang yang mencelakai Anya adalah Velly, Lisha dan Dhika.

Apa tujuan mereka semua.

Kana tiba tiba keluar dari persembunyian.

Brakk

Dia membuka gerbang kasar.

Plakk
Plakk
Plakk

Kana menampar pipi mereka bertiga.

Semua yang melihat itu juga ikutan keluar dari persembunyian dan menghampiri mereka.

"SIAPA LO!??" Bentak Lisha.

"DASAR BRENGSEK!! PENGECUT! PSIKOPAT!! PENJAHAT!! KALIAN BENER BENER GAK PUNYA HATI!!" Bentak Kana sambil memukuli mereka bertiga dengan sepatu miliknya.

"BERHENTI!!! SIAPA KALIAN!!!???" Tanya Dhika.

"DASAR KALIN PENGECUT. KALIAN EGOIS. Kalian gak punya hati" kata Kana.

ALL ABOUT USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang