Teman-teman sudah berkumpul, duduk di dalam satu ruangan yang sama. Bersiap memasang telinga, untuk mendengarkan sebuah kabar gembira. Hah, suasana begini akan sangat ku rindukan. Aku pasti sangat merindukan cat dinding yang berwarna kuning ini, pintu kamar berwarna merah, kursi yang sudah kempes busanya, dan tv, ya tv disini dapat menjangkau chanel korea, keren ga tuh? Kalau di posko perempuan mah, boro-boro chanel korea, baru dinyalain aja udah mati listrik di rumah, fyuh~
Oke, sudah cukup mendeskripsikan kerinduan ini. Maksudku kerinduan yang suatu saat pasti akan menghampiriku.
"Begini, tadi sewaktu selesai menyampaikan sosialisasi. Aku berbincang dengan kepala desa, lalu, beliau memberikan ku sejumlah uang, utang bazar kemarin. Aku menolak dan mengembalikan uang tersebut kepadanya, meskipun kita tahu, kita akan sangat terbantu dengan adanya uang tersebut, tapi, sungguh, aku sedang berada diposisi yang sangat tidak enak, pada saat itu. Aku meninggalkan kepala desa, dan beranjak ke luar setelah berpamitan. Lalu aku sempat berbincang dengan Milly juga Rita, mereka di dalam mobil bersama aparat desa, sementara aku di depan kantor desa. Dan sekarang, mereka lagi jalan ke curug" jelasku.
Tiba-tiba seseorang memanggilku.
"Ri"
Aku mendengar suara Milly memanggilku, but it's so impossible. Dia tadi pergi bersama aparat desa.
"Ri"
Aku mendengar suara itu lagi, aku celingukan, mencari ke sumber suara. Yes, I found it. Mataku tepat bertemu sepasang bola mata yang sedang ku cari. But, gosh! Who is she?? Apakah Milly punya kembaran? Kalau ini Milly lantas yang di dalam mobil tadi siapa? Kalau pun benar yang tadi di dalam mobil bukan Milly, mampus. Aku sudah berbicara tidak formal dihadapan aparat desa yang ku kira Milly itu.
"Ri?" Ucapnya lirih. Aku menjawab dengan lirih juga.
"Iya?"
"Kamu gapapa?" Tanyanya. Seketika punggung lengan Banyu berada di dahiku. Seolah-olah memeriksa suhu badan ku, ia bertindak seakan-akan membandingkan suhu tubuhku dengan tubuhnya. Sementara aku hanya terdiam.
"Yes, I'm fine" jawabku. Aku tidak sanggup lagi berkata-kata, aku rasa percuma saja menjelaskan ini kepada mereka, masalahnya, yang melihat kejadian ini dengan jelas hanyalah aku. Aku perlu berbicara dengan A Endy.
"Tapi badan kamu anget Ri" tiba-tiba Banyu bersuara.
"Jadi cuma ini informasinya?" Tanya salah satu teman ku. Aku masih bingung, dan tentunya aku masih terdiam, berusaha untuk mengingat kejadian tadi.
"Oh, tentu saja tidak. Ri, mau aku yang cerita apa kamu?" Tanya Rama.
"Kamu saja Ram, aku masih perlu berpikir" ucapku sambil lanjut merenung. Sementara Banyu masih saja mengkhawatirkanku, dia masih mencoba membantuku untuk berpikir dan mengingat, dia memijat pelipisku, dia sangat khawatir, aku tahu. Terima kasih Banyu.
***
Rama telah selesai menjelaskan. Aku juga sudah 'bodo amat' dengan kejadian tadi, mungkin aku hanya kelelahan. Aku kembali fokus ke dalam forum. Aku melihat wajah-wajah sumringah yang menghiasi percakapan ini. Beberapa teman ku berkata;
"You did a great job Chel!"
"Ini mah panutan pisan humas teh"
"Jadi kita mau liburan kemana nih?"
"Hayu atuh packing"
Setelah itu, kami melakukan diskusi lagi. Kami sepakat untuk melakukan short trip ke pantai yang ada disekitar posko kami.
"Yaudah, sekarang kamu coba hubungi aja kepala desanya Chel" pinta Trisal. Aku mengangguk. Lalu mulai menghubungi kepala desa.
Tidak lama, kepala desa menyetujui rencana liburan kita.
"Yayyy!!!"
***
TERIMA KASIH READERS SETIA KU. GA PERNAH NYANGKA SAMA SEKALI BAHWA TULISAN KU KALI INI BAKALAN TEMBUS 14K+++ AKU BERHARAP BANGET BISA TEMBUS 15+++ BAHKAN SAMPE PULUHAN RIBU/RATUSAN RIBU/DAN JUTAAN!!!
YAELAH, TINGGI AMAT MIMPINYA. HEHEHE. PADAHAL MAH NULISNYA JARANG-JARANG, CERITANYA SEADANYA.
SEGINI JUGA UDAH UYUHAN ATUH YA.
BUT, THANK YOU SO MUCH UNTUK APRESIASINYA, UNTUK ANTUSIASNYA, DAN TERLEBIH UNTUK YANG MASIH BERTAHAN MEMBACA.
LOVE YOU😘
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN?
AdventureApa hal yang melintas dalam pikiran kalian, ketika mendengar KKN? Tinggal disuatu kampung atau desa? Susah sinyal? Cinta lokasi? atau beberapa hal lainnya? Ini adalah kisah KKN milikku, bukan milikmu. Aku akan mengajak kalian masuk dan mengikuti alu...
