"Dahyun!"
Dahyun celingukan mencari orang yang memanggilnya, dari kejauhan Dahyun melihat seorang laki-laki tengah melambaikan tangan kearahnya.
"Kak Jaebum?" Gumam Dahyun pelan.
Gadis itu berjalan mendekat kearah Jaebum yang tengah menunggunya didepan gerbang. Ya, hari ini Dahyun memutuskan untuk berangkat sekolah. Sendirian. Chaeyoung masih berada di rumah sakit, dan Tzuyu menolak untuk meninggalkan Sana sendiri.
Bicara soal Chaeyoung, orang tuanya memutuskan untuk kembali bersama. Mengesampingkan ego masing-masing demi anak mereka. Chaeyoung tentu saja sangat senang, tapi mengingat semua yang telah terjadi membuatnya merasa sangat bersalah dan menyesal.
"Kak Jae, lagi ngapain disini?" Tanya Dahyun ketika sudah sampai didepan Jaebum.
"Jemput lo. Disuruh Kak Nayeon." Jawab Jaebum.
"Ngerepotin aja. Gue bisa naik bus." Gerutu Dahyun pelan.
"Ngga ngerepotin kok. Yuk, balik."
Jaebum masuk kedalam mobilnya, disusul oleh Dahyun yang duduk di kursi samping kemudi.
"Mau pulang, atau ke rumah sakit?" Tanya Jaebum.
"Ke rumah sakit. Gue dari kemarin belum jenguk Kak Sana." Jawab Dahyun pelan.
"Kenapa belum jenguk? Bukannya masih satu rumah sakit ya?"
"Iya, tapi Kak Nayeon larang gue. Cuma Tzuyu sama Kak Momo yang udah liat Kak Sana secara langsung."
Jaebum mengangguk mengerti. Ingin bertanya lebih jauh, tapi melihat Dahyun yang terlihat sedih, membuatnya memilih diam.
Sampai di sebuah lampu merah, pandangan Jaebum terpaku kepada dua orang yang terlihat seperti sedang bertengkar disebrang jalan. Kalau saja itu bukan orang yang dikenalnya, Jaebum tidak mau repot-repot mengganggu konsentrasi Dahyun yang sedang melamun.
"Hyun, liat deh. Itu Jihyo bukan sih?"
Dahyun mengikuti telunjuk Jaebum. Matanya memicing tajam. Itu memang Jihyo, bersama Daniel, tapi kenapa mereka terlihat seperti sedang beradu mulut?
"Iya. Itu Kak Jihyo, sama Kak Daniel. Tapi kenapa kaya berantem gitu ya?" Tanya Dahyun bingung.
"Ngga tau. Mau kesana aja?" Tawar Jaebum.
"Ngga usah, Kak. Kita ngga perlu ikut campur urusan mereka."
Jaebum mengangguk, lalu mulai melajukan kembali mobilnya karena lampu lalu lintas sudah berubah menjadi warna hijau.
— — — —
"Please, bawa gue kesana. Ya?"
Jeongyeon terus merengek sedari tadi, sampai-sampai Momo merasa telinganya akan segera meledak.
"Engga, Jeongyeon. Gue udah bilang engga, ya engga. Lo duduk aja ga bener." Ucap Momo kesal.
"Ya tapi kan masih bisa pake kursi roda."
"Lo pikir naik kursi roda itu tiduran? Duduk bego!"
Momo melempar bungkus snack yang sedari tadi digenggamnya kearah Jeongyeon.
"Gue bisa tahan. Sebentar doang, gue cuma pengen liat Sana. Lo udah kan kemarin? Masa gue belom."
Jeongyeon masih berusaha membujuk Momo agar mau mengantarkannya ke ruangan Sana. Jeongyeon hanya ingin tau bagaimana kondisi Sana, itu saja. Tapi Momo terus melarangnya dengan alasan yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Life [Complete]
Fanfiction"Hidup-hidup kita, ngga usah lah pikirin apa kata orang lain."
![Our Life [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/201669933-64-k685043.jpg)