Mina mencoba menyendokkan makanan ke dalam mulutnya menggunakan tangan kiri. Sudah berkali-kali Mina mencoba, tapi tetap saja gagal. Makanan itu selalu jatuh sebelum sempat masuk ke dalam mulutnya.
Klontang.
Habis sudah. Mina melemparkan sendoknya kedalam mangkuk secara kasar.
"Mina, lo kenapa?" Tanya Jihyo.
Jika biasanya mereka akan berkumpul dikantin dengan 6 orang, kini hanya ada 5 orang. Nayeon bahkan terlihat tidak peduli, perhatiannya tetap pada makanan. Tidak sedikitpun melirik kearah lain, apalagi Mina.
"Susah? Sini gue bantuin." Tawar Momo. Mencoba mengambil makanan Mina, sebelum Mina menolak bantuan Momo.
"Ngga usah. Udah ngga nafsu." Tolak Mina. Kakinya memilih untuk pergi dari kantin, apalagi setelah melihat tatapan tidak bersahabat milik Nayeon.
"Mina! Tunggu!" Teriak Jihyo. Ia berlari mengejar Mina.
"Gue duluan." Pamit Nayeon, lalu ikut pergi dari sana. Menyisakan Jeongyeon dan Momo yang mendesah kecewa.
"Mereka kenapa, sih?" Tanya Jeongyeon.
"Ngga tau. Masih masalah kemaren mungkin?"
"Soal Sana?"
Momo hanya mengangguk singkat.
"Lo udah liat dia lagi?"
"Belum. Gue sibuk banget. Ngga mungkin skip kuliah terus."
"Gue juga. Mungkin, kalo Sana bangun semuanya bisa selesai."
"Bisa juga. Kalo dia malah ikutan nyalahin Chaeyoung, gimana?" Tanya Jeongyeon.
"Kalo Sana mau ikut nyalahin Chaeyoung, buat apa dia berantem sampe kaya gini?"
"Lo bener."
Momo tidak menjawab lagi, matanya menatap seseorang yang terlihat tidak asing, tapi Momo lupa siapa itu.
"Jeong, lo liat deh."
Jeongyeon mengikuti arah telunjuk Momo. Tidak ada yang Ia kenal, selain Kim Namjoon.
"Ngapain lo nyuruh gue liat Namjoon? Suka lo sama dia?" Tanya Jeongyeon sinis.
"Haish. Bukan Namjoon! Itu, yang bapak-bapak pake jas item." Tunjuk Momo sekali lagi.
"Om.... Jae– suk?" Gumam Jeongyeon setelah menatap lekat-lekat orang itu.
"Om Jaesuk?" Tanya Momo. "Dia itu, orang kepercayaan Tante Yoona kan? Ngapain dia disini?"
"Dia bawa map apaan tuh?"
"Samperin?" Tawar Momo.
"Engga. Pastiin dulu dia itu kesini ngapain, lo emang yakin dia masih inget sama lo?"
"Ya ngga tau, tapi yang jelas. Apapun urusannya, pasti ada kaitannya sama Tante Yoona kalo engga Sana."
— — — —
"Mina, Mina. Tunggu dong."
Jihyo mencekal lengan Mina agar gadis itu berhenti berjalan.
"Lo kenapa, sih?" Tanya Jihyo, begitu Ia berhasil membawa Mina duduk di salah satu kursi yang terletak di dekat mereka.
"Ngga papa." Jawab Mina seadanya.
"Kak Sana?" Tebak Jihyo. Mina menghela nafasnya. "Mau jenguk?"
"Gue takut." Ucap Mina pelan.
"Takut ke siapa? Tzuyu?"
"Bukan. Gue takut ke Kak Sana."
"Apa yang lo takutin, sih?" Tanya Jihyo tidak mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Life [Complete]
Fanfic"Hidup-hidup kita, ngga usah lah pikirin apa kata orang lain."
![Our Life [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/201669933-64-k685043.jpg)