"Darimana lo, Bang? Semaleman ngga pulang."
Omelan Taehyung menyambut kedatangan Seokjin. Laki-laki itu hanya diam, lalu duduk di sofa ruang tamu. Memejamkan matanya lelah. Semalaman Ia tidak tertidur karena menemani Nayeon.
Sebenarnya Seokjin bisa saja meninggalkan Nayeon disana sendirian dan bergegas pulang dengan alasan sudah larut malam, tapi entah mengapa Seokjin tidak bisa.
"Tae, gue mundur."
Taehyung mengernyit bingung. "Hah? Mundur gimana maksudnya, Bang?"
"Gue ngga mau ngejar Sana lagi, gue mau mundur."
"Lo serius, Bang?"
"Serius. Gue pikir, Sana lebih cocok sama lo ketimbang gue. Dan lagi, gue udah nemuin cewek yang pas menurut gue."
"Siapa? Siapa? Kasih tau gue."
"Nayeon."
"Nayeon? Maksud lo Im Nayeon temennya Sana? Yang imut ada gigi kelincinya itu?"
Seokjin memandang Taehyung tajam, lalu dengan sengaja menjitak dahi adiknya itu.
"Ngga usah puji-puji Nayeon lo." Kesal Seokjin. "Iya, Nayeon yang itu."
"Kok bisa sih?"
"Ya bisa lah."
"Berarti saingan gue berkurang satu dong?" Tanya Taehyung antusias.
"Lo ngga punya saingan lagi."
"Lah? Mark kan ada."
Seokjin menggeleng pelan. "Engga. Mark juga mundur. Dia sadar, ngga ada celah baginya untuk masuk ke hati Sana lagi. Posisi itu udah ilang. Mark bilang, Sana keliatan lebih bahagia pas sama lo. Ya, meskipun Mark juga sebenernya masih sayang sama Sana, tapi dia lebih milih nyerah."
"Payah." Gumam Taehyung pelan, meskipun pada kenyataannya hatinya sedang bersorak bahagia. "Oh, iya. Lo belum jawab pertanyaan gue. Darimana lo, sampe ngga pulang semaleman?"
Seokjin menghela napas. "Rumah sakit."
"Lo nginep disana? Temen lo emang ngga ada yang jagain?"
"Bukan temen gue, tapi Nayeon."
"Kak Nayeon? Ngapain dia disana?"
"Lo inget kan, kemarin sore mereka nyariin Chaeyoung yang kabur dari rumah?" Tanya Seokjin serius. Taehyung hanya menganggukkan kepalanya. "Waktu Sana nolongin Chaeyoung, perutnya ketusuk sama pisau, dan dia harus di operasi karena luka tusuk itu."
Taehyung kaget. Luka tusuk? Dan operasi? Apa separah itu?
"Lo bercanda?"
"Gue serius Taehyung! Gue bahkan ada disana, didepan ruang operasi sama Nayeon. Gue juga denger dengan jelas setiap kata yang dokter bilang soal kondisi Sana."
"Apa? Apa yang dokter bilang?" Tanya Taehyung cemas.
Seokjin menunduk. Hatinya tiba-tiba ikut terasa sesak. "Luka tusuknya dalem, dan sedikit mengenai organ hatinya. Lo tau kan, Tae, hati itu cuma ada satu. Sekali hati itu rusak, ngga bakal ada gantinya. Ngga kaya ginjal, yang kalo rusak satu, masih ada satu lagi."
"Maksud lo, hati Sana rusak, gitu?" Tanya Taehyung bingung. Matanya menatap kosong ke arah lantai.
"Ngga. Pisau itu cuma ngegores hatinya."
"Maksud lo apa, Bang? Ngomong yang jelas!"
Taehyung mengguncang bahu Seokjin kasar. Matanya berkaca-kaca mendengar setiap rentetan kalimat yang Kakaknya ucapkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Life [Complete]
Fanfiction"Hidup-hidup kita, ngga usah lah pikirin apa kata orang lain."
![Our Life [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/201669933-64-k685043.jpg)