Sesampainya di Restoran itu kami langsung turun dari mobil dan mulai bergegas masuk ke dalam Restoran.
"Bun, bunda duluan aja ya, Disa mau ke toilet dulu" Ucap Disa kepada sang bunda.
"Iyaa .. bunda ada di bangku sana ya" Ujar bunda sembari menunjuk ke arah meja yang sudah ia pesan.
Disa mengangguk dan langsung berjalan ke arah toilet. sesudah beres dari toilet Disa pun membenarkan pakaian terlebih dahulu sembari bercermin di kaca toilet.
Sesudah itu Disa bergegas kembali ke meja yang sudah di pesan bunda, dan ketika Disa sedang berjalan keluar toilet, Disa tidak sengaja menabrak seseorang.
BUGH!
"Eh Sorry sorry.. saya ga seng.." Suara Disa tetiba terputus ketika mengetahui siapa orang yang ia tabrak.
Orang itu Rendi, ketOs yang tadi siang ia hindari hukumannya.
"Lu bukan nya an.."
"Eh. Aduh.. gue duluan ya bye" Ucap Disa dengan nada seperti orang terburu-buru.
Tetapi baru saja ia ingin melangkahkan kaki untuk pergi dari hadapan Rendi, Rendi menarik tangannya hingga wajah keduanya berhadapan.
"Eitss" Ucap Rendi sembari menarik lengan Disa, dan sekarang wajah mereka sangat dekat. Disa pun panik jantung Disa berdegup kencang ketika jarak antara wajah mereka berdekatan seperti itu.
"Lu yang tadi siang kena hukum dari gua kan?" Tanya Rendi datar.
"i.. iyaa" jawab Disa dengan masih terbata-bata.
"Lu sama temen temen lu emang ga ada jera jera nya ya kena hukuman" ucap Rendi kepadanya.
Disa pun dengan berani mencoba melepaskan tangannya dengan paksa yang sedari tadi di pegang erat oleh Rendi.
"Ish apaan si lo, ga.. ga.. gausah pe.. pegang pegang kali" Ucap Disa terbata-bata.
"Sekarang gua tanya sama lo. Kenapa lo kabur pas gua hukum tadi." Tanya Rendi masih dengan raut wajah datarnya.
"Ya.. ya.. suka suka gua sama temen temen gua lah." Ucap Disa dengan gugup.
"Gitu? .. oke. jadi nanti kalo semisalkan lu dapet hukuman lagi, ya suka suka gua juga dong ya mau ngasih hukuman apa sama lo" Ucap Rendi sembari menaikan satu alisnya.
Tanpa berkata apapun, Disa kemudian langsung bergegas pergi untuk menghampiri bunda nya dan meninggalkan Rendi seorang diri.
Disa langsung mengampiri bunda yang kelihatan sedang melambai-lambaikan tangannya ke arah nya.
Setelah Disa menghampiri bundanya, Disa mendapati tiga orang yang tengah duduk bersama keluarganya itu, ia langsung bersalaman kepada sepasang suami istri yang ia tau itu sebagai teman bunda dan papa nya, dan kemudian ia duduk di samping bunda nya.
"Oh iya jeng kalo ini namanya Disa Sabiya.. kakak nya Denis" Ucap Bunda memperkenal kan ku kepada temannya.
"Salam kenal Ya Disa, nama tante Kirana" Ucap wanita itu sembari memperkenalkan dirinya dengan suara lembut.
"Iya tante salam kenal juga" Jawabku dengan nada lembut sembari melempar senyum kepadanya.
"Wah Jeng Nova anaknya cakep semua ya kayanya, nurunin papa sama mamanya" Ucap tante kirana terkekeh.
"Ah jeng bisa aja, makasih loh" Ucap bunda kepada tante kirana.
"Oh ya Disa kenalin ini om Rafiq, dan ini azkia" Ucap tante Kirana sembari memperkenalkan suami dan anaknya.
"Hai kakak Disa kenalin aku Azkia, kakak bisa panggil aku kia, umur aku 4 tahun, aku masih sekolah Paud, aku anak ke 2 dari dua bersaudara" Ucap Anak kecil itu yang tengah memperkenalkan dirinya.
"Halo Kia, nama kakak Disa" Sapaku ramah kepada anak kecil itu.
"Mah si abang kemana ya ko belum nyampe2 juga" Tanya Om Rafiq kepada Istrinya itu.
"Barusan WA mamah katanya ke toilet dulu sebentar" Jawab Tante Kirana.
"Mah?" Terdengar suara seorang laki laki, Sontak semua langsung menengok ke arah suara itu.
"Nah tu abang udah dateng" Ucap Anak kecil yang bernama azkia itu.
◽️ ◾️ ◽️ ◾️ ◽️
Hai gais🤗
Gimana ceritanyaa gais? Wkwk
Btw maap maap yaa kalo alur ceritanya rada kurang jelas wkwk
Jangan lupa Voment ✌🏼
HAPPY READING GAES😘💕
19 MARET 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH SENIOR
Ficção Adolescente‼️ PLEASE DON'T BE SILENT READERS‼️ 💠 REVISIONS WILL BE MADE WHEN THE STORY IS COMPLETE. *** Disa Sabiya dan Denis Satriya.. Sepasang saudara kembar yang bisa saling melengkapi satu sama lain. Mereka mempunyai beberapa orang sahabat yang begitu m...
