Jangan lupa memberikan 🌟 sebelum membaca cerita ini
•
"DISA." Seseorang teriak, serta manggil gua dari kejauhan. Gua pun langsung berenti saat itu juga, dan mulai menyipitkan mata gua, untuk ngeliat, siapa orang yang manggil gua itu, begitu juga Bayu.
"Lah, itu bukannya Doni ya." Kata Bayu yang menerka-nerka. Seseorang itu yang kian lama, langkahnya mulai mendekat ke arah gue dan Bayu. Dan, yap..
"Mau ngapain coba dia?" Kata gue dengan malas. Pasalnya, Doni ini anak kutu buku yang sekelas dengan KetOs nyebelin itu.
Yang gue tau sih, dia suka sama gue. Sahabat-sahabat gue juga tau. Dia ngejar-ngejar gue mulu gitu. Tapi gue gasuka, karna apa? Karna dia anak paling aneh di kelas nya tuh KetOs.
"Mau ngapain lagi lo?" Tanya gue dengan nada, ya.. u know lah.
"g-gue mau kasih ini buat lu." Katanya, sembari menyodorkan tempat makan berwarna biru tua ke gue.
"Gue udah kenyang."
"T-tapi ini enak, lu p-pasti suka." Kata Doni lagi, yang tetap berusaha memberikan tempat makan itu ke gue.
Bayu yang ngeliat muka gue udah bete gini pun, langsung ngambil tuh tempat makan tanpa basa-basi sama pemiliknya.
"gua kan.."
"Udah di terima, mending sekarang lo pergi." Kata Bayu, yang abis itu narik tangan gue untuk masuk ke dalam kelas.
"Dari siapa tuh." Tanya Fika, yang ngeliat Bayu megang tempat makan.
"Dari gebetan barunya Disa."
"Dih, apaan si." Dumel gua, yang kemudian gua langsung duduk ke tempat duduk gua.
"Bercanda kali." Ucap Bayu kepada Disa.
"dari Rendi?" Tanya Fika lagi yang rupanya penasaran.
"Dari Doni." Ucap Bayu.
"Hah? Doni?" Kata Fika yang rupanya sedikit terkejut.
"Dia masih ngejar-ngejar lo Sa?"
"Mana gua tau."
"Doni? Yang anaknya agak-agak gitu ya, iya ga si?" Tanya Farhan kepada sahabat-sahabatnya itu.
"yaudah lah, gausah dipikirin banget, anak kutu buku kaya dia." Ucap Bayu semabari membuka tutup tempat makan berwarna Biru Tua itu.
"Sandwich?"
"Eh, ada suratnya juga Sa." Kata Bayu, pas ngebuka tempat makan itu.
"Coba gua liat." Kata Farhan, sembari merebut kertas kecil itu dari tangan Bayu.
"Bacain An." Kata Fika yang penasaran.
"Dear Disa. Aku buatin makanan spesial ini khusus untuk kamu. Hanya untuk seseorang yang aku cintai dengan segenap hati dan perasaanku. Meskipun beberapa kali kamu tolak, aku ga akan nyerah gitu aja, untuk mendapatkan kamu dan hatimu. Semoga kamu baca surat ini, dan kamu suka sandwich-nya. Salam sayang, Do.."
"Stop, udah gausah di lanjutin. Gue udah muak dengernya." Ucap gue.
"Dia kayanya bener-bener cinta mati ya sama lu." Kata Rapli sembari terkekeh kecil. Gue pun cuma bisa masang wajah geli, saat Rapli ngomong kaya gitu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH SENIOR
Teen Fiction‼️ PLEASE DON'T BE SILENT READERS‼️ 💠 REVISIONS WILL BE MADE WHEN THE STORY IS COMPLETE. *** Disa Sabiya dan Denis Satriya.. Sepasang saudara kembar yang bisa saling melengkapi satu sama lain. Mereka mempunyai beberapa orang sahabat yang begitu m...
