PART 49

3.3K 197 20
                                    

Jangan lupa untuk memberikan 🌟 sebelum membaca cerita ini.

Sampai di parkiran, masih banyak mata-mata yang memandangi Rendi dan Disa. Ada beberapa yang menatap dengan pandangan tak suka, dan ada juga yang baper karna mereka berdua.

Tapi Disa tak menghiraukan-nya, begitu juga dengan Rendi. Menurut Disa, ia sudah biasa mendapatkan sorot pandang seperti itu. Terlebih lagi, sorot pandang tak suka dari kebanyakan murid di sekolah ini. Karna ia dan geng nya, sudah lama di cap sebagai TroubleMakker sekolah ini.

Bukan hanya sekolah ini saja, tapi dari beberapa sekolah tetangga juga mengenal betul, siapa itu TroubleMakker di SMA Angkasa ini. Terlebih lagi Bayu, yang terkenal sebagai anggota TroubleMakker sekolah yang paling pedas jika sudah membuka suara.

Rendi pun langsung memarkirkan motor kesayangannya itu, pada lahan parkir yang terlihat masih kosong. Disa pun segera turun dari atas motor tatkala Rendi selesai memarkirkan motor kesayangannya itu. Dan, disusul Rendi setelahnya.

Disa pun langsung meninggalkan Rendi sendirian di parkiran, tanpa berkata apapun. Namun, baru beberapa langkah Disa berjalan. Tiba-tiba beberapa kalimat keluar dari mulut Rendi.

"Balik sekolah jangan lupa." Ucap Rendi dengan suara tak bernada. Disa pun langsung memutar bola matanya dengan malas, dan kembali melanjutkan langkahnya tadi tanpa menoleh ke arah Rendi terlebih dahulu.

Pada pagi hari ini, tidak ada yang spesial menurut Disa. Beberapa hal yang tak menyenangkan dihatinya telah membuat mood nya turun.

Dari mulai Denis yang menghancurkan mimpi indahnya di pagi hari, dan Denis juga yang membuatnya terjebak berdua dengan Rendi ketika ingin berangkat sekolah. Tidak bisakah ia berdamai dengan dengan Disa untuk sehari ini saja atau sampai Bunda dan Papa nya pulang mungkin.

"Aarghh." Teriak Disa, sembari mengacak-acak rambutnya dengan kasar, di koridor menuju kelas.

"Apes banget gue hari ini." Kesal nya.

"emang gabisa apa, tu KetOs kampret pergi sendiri." Ucap nya lagi, sembari berdecak pelan di akhir.

"lagian mau pergi kemana coba dia, pake ngajak gua segala." Cibirnya lagi tanpa henti. Akhirnya, Disa pun menyudahi ajang berbicara sendiri di koridor. Dan fokus pada langkahnya. hingga akhirnya ia sampai tepat waktu di dalam kelas, berbarengan dengan bunyi bel.


Triingg~~


Disa berjalan ke arah tempat duduknya, disana sudah ada Fika, Chika dan beberapa teman nya yang lain. Yang belum terlihat disana hanyalah, Bayu dan Rizal. Kalau Rizal, memang sudah langganan telat. Kalau Bayu.. biasanya dia sudah datang 5 menit sebelum bel. Namun kini, mengapa belum ya..

"Bayu tumben belom dateng." Tanya Disa pada Fika. Fika pun hanya menjawab dengan menggidikan kedua bahunya. Yang mungkin dpat di artikan, 'Gue gatau.'

Disa tak begitu memperdulikannya, mungkin dia akan dtang dengan Rizal, atau mungkin membolos satu pelajaran dahulu di kantin. Disa tak ingin berpikir banyak hari ini, dengan cepat ia pun langsung duduk di kursi sebelah Fika.

"Mau roti ga? Fik, Sa." Tawar Chika pada kedua temannya itu.

"mau lah, gila aja gua gamau." ucap Fika yang langsung mengambil Roti berisi selai pada tempat makannya Chika. Chika pun kembali menawarkan rotinya kepada Disa. Namun tak mendapat jawaban apapun.

Kalau kalian tanya Disa? Mood nya pagi ini benar benar dibuat kacau oleh dua orang laki-laki menyebalkan itu. Yang Chika dan Fika dapat pagi itu hanya wajah garang dari Disa.

MARRIED WITH SENIORTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang