BUDAYAKAN MEMENCET ⭐️ SEBELUM MEMBACA 😉..
Triingg~
Bel pulang sekolah pun berbunyi seperti biasa gue dan yang lain mulai keluar kelas dan jalan beriringan ke arah parkiran.
"Balik sama siapa lo" Tanya Bayu Sembari merangkul Chika.
"Balik ama lo lah"
"Dih pede abis lo, gua males nganterin"
"Kalo males ngapain lu nanya setan"
Kemudian dari arah lain terlihat Kiki yang berjalan ke arah kami bertujuh.
"Chik" Panggil Kiki kepada Chika. Dengan cepat Chika pun langsung melepaskan rangkulan tangan Bayu dari Lehernya. detak jantung Chika pun sudah tak karuan ketika melihat Kiki mulai mendekat ke arahnya.
"Eh.. i iya kenapa Ki?" tanya Chika dengan gelagapan ketika Kiki sudah sampai di hadapan nya.
"Chik.. Kaki lo sakit ga?" Tanya Kiki.
"Kaki??"
"Iya.. sakit ga?"
"Eng.. engga kok, kenapa emang?"
"Bisa jalan?" Ucap Kiki. Halah Moduss lu basi bangg.
"Bisa" Ucap Chika sembari menganggukan kepalanya bingung.
"Yaudah yuk" Ajak Kiki sembari memegang dan kemudian menarik pergelangan Chika.
"Eh.. ma.. mau kemana?" Ucap Chika gelagapan ketika Kiki mulai menggenggam pergelangannya.
"Tadi katanya bisa jalan" Ucap Kiki.
Dan BLUSH.. Pipi Chika memerah seketika."Ga usah sok ga ngerti gitu dehh.. Udah sana Ki" Ucap Disa kepada Kiki Sembari mendorong keduanya agar menjauh dari mereka. Kiki pun tersenyum simpul kemudian membawa Chika pergi dari sana.
"GUT LAK CIK PDKT-NYA" Teriak Rapli.
"Good luck Anjir" Kata Rizal yang membenarkan ucapan nya itu.
"Bacot lu panjul" Sahut Rapli.
Melihat mereka sudah mulai menjauh Kami pun melanjutkan langkah lagi menuju motor masing masing, Disa pun segera menghampiri Denis yang sudah menunggu di atas motor Dengan Dika yang juga berada disamping nya dengan motor Ninja nya.
"Gimana si Chika?" Tanya Dika yang sedang berdiri di samping Denis.
"Kerjaan lo berdua ya?" Tanya Disa sembari memelototinya, mereka berdua pun menatap ke arah Disa dengan menimbulkan sebuah cengiran yang cukup lebar di tambah tangan yang melambangkan 'Piss✌🏼'
"Awas aja ampe temen gua di baperin doang" Ucapku sembari menunjukan kepalan dari tanganku.
"Engga lahh.. selow aja" Kata Dika dengan tenang.
Aku pun segera menaiki motor Denis yang sudah ia taiki Terlebih dahulu.
"Duluan Dik" Ucap Denis kepada Dika.
"Yoii.. Ti ati lo Bar" Sahut Dika. Bar itulah panggilan teman teman Denis kepada Disa dan Denis jika lagi berdua. Bar yaitu Kembar.
Denis pun mulai melajukan motornya dan mulai meninggalkan halaman sekolah. motor Denis mulai membelah jakarta di sore hari, menikmati kemacetan yang ada, sesekali melihat para pengamen yang naik turun dari Kopaja, mendengar klakson mobil dan motor yang saling bersahut sahutan. seperti ini lah pemandangan Sore hari yang kami temukan Setiap sepulang sekolah.
Tak lama kami pun sampai di pekarangan rumah, Denis mulai memarkirkan motornya di garasi dan kami berdua turun dari motor dan mulai melangkah menuju teras. Tetapi ketika ingin memasuki teras rumah tiba tiba langkah Denis terhenti, aku pun segera menoleh ke arahnya.
"Ayo masuk" Ajak ku kepada Denis. Namun Denis tetap diam di sana dan malah menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Udah ayoo" Ucapku lagi sembari menarik paksa tangan Denis untuk masuk ke dalam.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam Non.. Den.." Ucap Bi Surti. Aku pun mulai melihat sekeliling Rumah yang kelihatan Sepi. Tak seperti biasa nya Jika sepulang sekolah aku menemukan Bunda dan Papa yang kadang sedang menyirami tanaman atau memberi makan Ikan di kolam belakang.
"Bunda sama Papa kemana Bi?" Tanyaku.
"Tadi si katanya mau pergi sebentar.. mau nata Hotel buat di pake minggu depan" Jawab Bi Surti seraya memberi penjelasan. Dan aku hanya ber'Oh'ria.
"Den- Denis kenapa non?" Tanya Bi Surti.
"Biasa bii"
"Udah di kompres non?"
"Udah ko bi tadi.. tenang aja"
"Non Disa sama Den Denis sudah makankah?"
"Belum Bi.. udah bibi ga usah repot repot biar nanti Disa masak sendiri aja"
"Eh.. bener gapapa non?"
"Iya bii"
"Yaudah kalo gitu bibi kebelakang dulu ya non" Ucap Bi Surti, aku hanya menganggukan kepala dan tersenyum tipis kepada bi Surti sesudah itu bi Surti kembali melanjutkan aktifitas nya di belakang.
Aku dan Denis melangkahkan kaki ku lagi ke arah anak tangga dan mulai menaikinya, sampai di lantai dua aku dan Denis pun memasuki kamar masing masing.
Sesudah di dalam kamar aku langsung melemparkan tas ku ke sembarang, merebahkan tubuhku sebentar di ranjang sembari memijat pelan pelipisku.
◽️ ◾️ ◽️ ◾️ ◽️
JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SEHABIS MEMBACA
🌟 HAPPY READING 🌟
04 APRIL 2020

KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH SENIOR
أدب المراهقين‼️ PLEASE DON'T BE SILENT READERS‼️ 💠 REVISIONS WILL BE MADE WHEN THE STORY IS COMPLETE. *** Disa Sabiya dan Denis Satriya.. Sepasang saudara kembar yang bisa saling melengkapi satu sama lain. Mereka mempunyai beberapa orang sahabat yang begitu m...