Sesampainya aku di dalam kelas.
"Assalmualaikum" Ucapku dengan nada yang cukup keras.
"Waalaikumsalam" jawab beberap orang dari dalam kelas.
"Loh.. ga ada guru?" Ucapku sembari berjalan memasuki kelas.
"Ga ada, sakit gurunya" Ucap Chika.
"Yah elah tau gitu gue ga buru buru masuk deh ke kelas" Ucap Fika dan kemudian duduk di bangku nya."Eh woi" Ucapku kepada lima orang sahabat ku itu.
"Apan?" Jawab Rapli.
"Nanti jam istirahat cabs kuy?" Ucapku pada mereka."Kemana?" Tanya Farhan.
"Kerumah gue aja" Ucapku."Emang mama lu belom balik dari luar kota?" Tanya Chika kepadaku.
"Masih dua hari lagi baliknya" Ucapku.
"Dirumah gue udah ada Disa" Ucap ku seraya memberi tau kepada mereka.
"Lah.. Ngapain dia dirumah lu" Tanya Rizal.
"Panjang deh ceritanya" Ucapku."Intinya mau dulu ga nih?" Tanyaku lagi.
"Yaudah iyaa" ucap mereka bersamaan.
Triingg~
Bel istirahat pun berbunyi, aku dan yang lain merapihkan tas bersiap untuk cabut, tapi ketika ingin melangkah, Rendi tiba tiba masuk ke dalam kelas dan melihat ke arahku dan beberapa temanku itu.
"Disa masih gaada juga Fik?" Ucap Rendi.
"Ga ada" Ucap Fika, Chika dan Rizal.
Kemudian Rendi menatap Aku dan Chika dengan penuh selidik.
"Lu yakin gatau Disa ada dimana?" Tanya Rendi Datar.
"Gatau bang" Ucap kami berdua.
"La.. lagian kenapa tumben banget lu nyariin di.. dia?" Tanya Chika kembali bertanya dengan terbata bata.
"Bukan urusan lu" Ucap Rendi lalu bergegas meninggalkan Kelas itu.
Setelah Rendi pergi dan memastikan kalau situasi aman kami berenam pun keluar dan memilih keluar sekolah dari pintu belakang sekolahan.
"Woi Jal aman ga?" Tanya Farhan dengan nada rendah kepada Rizal yang berjalan terlebih dahulu.
"Aman aman ayo dah Gc" Ucap Rizal.
Setelah berhasil keluar dari sekolah tiba tiba, dari sebrang jalan terlihat pa satpam sekola tengah memperhatikan kita.
Dan ia pun berjalan cepat menghampiri kami dengan mengangkat pentungannya itu.
"Satu.. dua.. tig..."
"Banyak Bacot lu udah ayo lari keburu ketangkep" Rizal pun menarik kerah baju Bayu dan berlari sekencang mungkin.
"Woi jangan lari kalian" Terdengar suara pa satpam meneriaki kami dari belakang.
"Woi berenti" Terdengar teriakan lagi.
"woi lari nya yg kenceng woii" Ucap Farhan.
sudah lumayan jauh dari area sekolah dan dari pa satpam.
"Weh stop stop stop hosh.. hosh.. udahh.. jauhh.. kayanyah.. hoshh.." Ucap Chika sembari mengatur nafasnya.
"Iya.. udahh.. udahh stop" Ucap Rapli yang juga mencoba mengatur nafasnya.
Untung rumah ku tidak terlalu jauh dari sekolah, Sekitaran 60-67 meteran lah.
"Bentar lagi sampe ko selow, udah keliatan ko itu pagernya.." Ucapku dengan dary nafas yang mulai stabil.
"Oiya tu yaudah ayo" Ucao Rizal.
"Ayo cepet gua aus" Ucao Bayu sembari menarik lengan Fika."Assalamualaikum" Ucap mereka kami semua.
"Waalaikumsalam" terdengar Sautan dari Disa didalam rumah.
~FIKA POV OFF~
◽️ ◾️ ◽️ ◾️ ◽️
Ada yang pernah ngerasain ga?? Gimana kalo kalian ada di posisi mereka semua gais?
Jangan lupa Voment gaes✌🏼💕
30 MARET 2020

KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH SENIOR
Teen Fiction‼️ PLEASE DON'T BE SILENT READERS‼️ 💠 REVISIONS WILL BE MADE WHEN THE STORY IS COMPLETE. *** Disa Sabiya dan Denis Satriya.. Sepasang saudara kembar yang bisa saling melengkapi satu sama lain. Mereka mempunyai beberapa orang sahabat yang begitu m...