27. Kiss Under The Mistletoe.

4.9K 209 1
                                        

Beverly Hills, California. 8.45 A.M
Andrew Penthouse.

Alexa menatap bingkai foto mendiang kedua orang tuanya dengan tatapan sedih. Bukan! Bukan karena sedih atas kepergian mereka, Alexa sudah mencoba untuk merelakan kepergian Jordan dan Hailey. Tetapi gadis itu sedih karena ia sama sekali tidak mengetahui siapa kedua orang tua kandungnya.

Hatinya menjerit sakit ketika mengetahui bahwa wanita yang telah mengandungnya selama 9 bulan telah tiada dan hal itu di karenakan oleh ayah kandungnya sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka?

Beberapa hari yang lalu Alexa menghubungi Anna, ia mencurahkan semua kepedihan yang ada di dalam hatinya.

Tetapi betapa kecewanya ia saat Anna mengatakan bahwa wanita itu sudah mengetahui semua hal mengejutkan tersebut. Tentu saja Anna tahu, wanita paruh baya itu sudah bekerja selama 28 tahun lamanya kepada keluarga Grey.

Tetapi pertanyaan nya mengapa semua orang berusaha menyembunyikan hal sepenting ini darinya? Kenapa tidak ada yang berusaha untuk menjelaskan dengan baik-baik?

Bahkan kepedihan di hati Alexa bertambah berat ketika ia menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa melihat wajah ibunya. Sama sekali tidak akan pernah bisa!

Gadis cantik berusia 20 tahun itu menghapus deraian air mata yang mengalir di pipinya. Setidaknya ia masih memiliki harapan.

Ya, Alexa harus bisa menemukan keberadaan ayah kandungnya. Hanya pria itu saja keluarga yang masih Alexa miliki, ia harus tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi di antara kedua orang tua kandungnya.

Alexa menengadahkan pandangannya ketika indera pendengarannya menangkap suara derit pintu terbuka, Andrew berdiri di ambang pintu sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jeans.

Gadis itu tersenyum seraya meletakkan bingkai foto mendiang kedua orang tuanya ke tempat tidur, kemudian gadis itu berlari menerjang Andrew dengan sebuah pelukan, "Aku merindukanmu." Ucap Alexa.

Andrew membalas pelukan Alexa dan mengecup leher jenjang kekasihnya, meresapi kuat-kuat aroma lilac yang menguar dari tubuh Alexa. Seolah-olah aroma tersebut adalah pasokan oksigen untuk paru-parunya.

Hatinya berdenyut sakit melihat gadisnya kembali bersedih, tetapi ia tidak bisa melakukan apapun. Alexa membutuhkan waktu untuk menenangkan hati dan berusaha mencerna segala kenyataan pahit yang terjadi selama ini.

Dan yang bisa Andrew lakukan hanyalah tetap berada di sisi gadis kesayangannya, memberikan rangkulan dan genggaman tangan yang kuat agar Alexa bisa menerima semuanya secara perlahan.

"Baru beberapa menit kita tidak bertemu, sayang. Kau sudah merindukanku?" Tanya Andrew sambil terkekeh.

Ada apa dengan gadisnya? Bahkan Andrew tidak pernah meninggalkan Alexa terlalu lama, tetapi gadis ini mengatakan bahwa ia merindukan Andrew.

Alexa masih enggan untuk melepas dekapan Andrew yang begitu hangat, jadi gadis itu hanya mengangguk di sela ceruk leher Andrew.

"Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?" Tanya Andrew.

Lagi-lagi Alexa hanya menganggukkan kepalanya membuat Andrew gemas sendiri dengan tingkahnya.

My Grip [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang