33. Old Friend.

3.1K 169 0
                                        

Beverly Hills, California. 9.45 A.M
Andrew Penthouse.

Tiga hari sudah berlalu sejak malam tahun baru itu, Andrew dan Alexa pun sudah kembali ke Beverly Hills.

Memasuki awal bulan Januari ini sepertinya Andrew sudah mulai sibuk lagi dengan pekerjaannya, terbukti beberapa jam yang lalu pria itu pergi ke kantor dan mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus ia urus. Oh Alexa salah, memang Andrew selalu sibuk kapanpun dan di manapun. Ya seperti itulah tipe pria workaholic yang menjadikan pekerjaan sebagai segala-galanya.

Selesai sudah liburan nya bersama dengan Andrew, sekarang Alexa harus bisa berjuang menemukan seseorang yang berharga dalam hidupnya.

Sekali lagi gadis itu mematut dirinya di depan cermin yang ada di dalam kamarnya, sebelum melangkahkan kakinya untuk keluar dan tepat ketika Alexa membuka pintu kamar ia dibuat terlonjak kaget karena kehadiran Maria yang sedang berdiri di hadapannya menggunakan apron yang sudah ternodai oleh beberapa bahan makanan.

"Maria, apa yang kau lakukan?" Tanya Alexa sambil mengelus dadanya, hampir saja jantung gadis itu pergi dari tempatnya. Ia bersyukur karena tidak mempunyai riwayat penyakit jantung.

Maria hanya tersenyum melihat reaksi nona nya yang sangat lucu, "Maafkan saya, Nona. Saya baru ingin mengetuk pintunya tetapi nona sudah terlebih dahulu keluar." Jelas Maria sambil memperhatikan penampilan Alexa yang sudah rapi. Sepertinya gadis itu berniat pergi keluar.

"Ada apa?" Tanya Alexa.

"Saya membuatkan nona beberapa cake, saya ingin Nona mencobanya."

"Mmm Maria, maafkan aku. Tetapi aku ada keperluan sebentar di luar, aku berjanji akan mencobanya nanti." Ucap Alexa merasa bersalah.

Maria mengernyitkan dahinya bingung, "Keperluan? Boleh saya tahu keperluan apa, nona? Apakah Tuan Andrew sudah tahu bahwa nona akan pergi ke luar?" Tanya wanita paruh baya itu. Ia tidak mau menjadi pelampiasan kemarahan Andrew ketika tidak mendapati kekasihnya berada di Penthouse.

Alexa meringis mendengar pertanyaan beruntun yang di keluarkan oleh Maria, memang ia tidak membicarakan hal ini dengan Andrew.

Hanya saja ia tidak mau terus menerus bergantung kepada pria itu, ini saatnya ia harus bisa bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Ada saatnya nanti Andrew tahu tetapi tidak sekarang, "Kau tidak perlu khawatir, Maria. Aku akan menghubungi Andrew saat aku di jalan nanti." Maafkan aku Tuhan, hanya kali ini saja. Batin Alexa.

Maria menatap Alexa dengan pandangan curiga, tidak mudah membaca gelagat mencurigakan gadis cantik di hadapannya ini. Alexa mendengus, "Ayolah Maria aku sudah terlambat. Lagi pula aku akan kembali sebelum Andrew pulang. Aku berangkat." Ucap Alexa sambil berlalu meninggalkan Maria yang masih menatapi punggung gadis yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.

Maria menggelengkan kepalanya pelan, apa yang harus ia khawatirkan jika gadis itu sudah menghubungi Andrew? Ia percaya bahwa gadis itu akan baik-baik saja, lagipula ia sudah dewasa dan mampu menjaga dirinya sendiri.

----

Beverly Hills, California. 10.10 A.M

Mikaelson Company.

"Masuk," Ujar Andrew dengan datar ketika mendengar ketukan di pintu.

My Grip [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang