Setelah menikmati malam natal dengan berdansa di bawah mistletoe, Andrew dan Alexa beranjak dari tempat penuh dengan keromantisan tersebut.
Alexa menarik lengan Andrew menuju salah satu tempat permainan yang ada di Christmas Carnival tersebut.
"An, aku ingin boneka Santa itu." Ucap Alexa sambil menunjuk salah satu boneka Santa Claus yang sedang memegang kado-kado natal.
Andrew tersenyum dan mengangguk, "Baiklah, tunggu beberapa menit. Aku akan memenangkan permainan ini untukmu."
"Kita lihat saja." Balas Alexa sambil menjulurkan lidahnya.
Beberapa menit kemudian, Andrew merengut kesal karena anak panah nya tidak juga mencapai titik arahan dengan pas dan benar.
"Oke. Aku akan menunggu lagi, An." Ejek Alexa menatap Andrew sambil menyipitkan kedua matanya.
Andrew mendengus mendengar ejekan dari gadisnya, tetapi hal itu tidak pernah mematahkan semangatnya untuk mendapatkan boneka Santa tersebut untuk Alexa.
Dua menit kemudian Andrew berteriak senang karena anak panah nya menancap tepat di sasaran yang sudah di tentukan, pria berusia 21 tahun itu menerima boneka Santa yang di berikan seorang wanita paruh baya penjaga permainan tersebut.
Alexa tertawa senang ketika melihat Andrew berhasil memenangkan permainan itu walaupun dalam waktu yang cukup lama.
"Terima kasih, An." Ujar Alexa sambil mengecup pipi Andrew.
Andrew menggelengkan kepalanya dan tangannya terangkat menunjuk bibirnya, "Cium disini." Pintanya.
Alexa mengernyitkan dahinya, "Tidak mau!" Tolak gadis itu seraya menjulurkan lidahnya dan kemudian berlari meninggalkan Andrew yang tertawa.
Alexa berlari sambil tertawa menghindari kejaran Andrew, gadis itu menoleh ke belakang melihat Andrew yang sudah mulai kelelahan karena terus berlari mengejar nya. Oh lihatlah mereka, sudah seperti anak kecil berusia 6 tahun saja.
Karena tidak memperhatikan jalan, detik berikutnya Alexa jatuh tersungkur karena menabrak seseorang. Gadis itu meringis sakit karena bokongnya mendarat di tumpukan salju.
"Hei, kau tidak apa-apa?" Alexa melihat uluran tangan tepat di hadapannya.
Gadis itu menggeleng seraya berucap, "Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Maafkan ak---," Perkataan nya berhenti ketika ia mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang di tabraknya, "Sean."
----
Sean melangkahkan kakinya memasuki sebuah Carnaval Natal yang di adakan di pusat kota California, pria asal Utah itu menatap kagum ke setiap dekorasi yang ada di sekelilingnya.
Banyak sekali yang berubah dari Carnaval tersebut, semakin glamour dan semakin ramai pengunjung. Salju yang turun pun sepertinya tidak mampu mengurangi minat pengunjung untuk merasakan malam natal bersama orang terkasih.
Belum lama Sean melangkahkan kakinya, pria itu merasakan ada yang menabraknya dengan kencang.
Sean menoleh dan mendapatkan seorang gadis yang tengah memegang boneka Santa jatuh tersungkur, "Hei, kau tidak apa-apa?" Tanya Sean seraya mengulurkan tangannya untuk membantu gadis tersebut bangun.
Sean melihat gadis itu menggeleng dan berkata, "Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Maafkan ak---," sebelum menengadahkan kepalanya untuk melihat Sean dan berkata, "Sean."
Pria asal Utah itu terkejut, gadis di hadapannya adalah gadis yang selama ini ia idam-idamkan. Gadis yang selama ini berhasil mengisi relung hatinya, gadis yang menjadi pujaannya, "Alexa," Ucap Sean.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Grip [End]
RomanceAndrew berlutut tepat di belakang tubuh Alexa. Memeluk dengan erat, mencoba untuk menghantarkan seribu makna melalui sentuhannya. Alexa tidak berkutik, gadis itu membalikkan tubuhnya dan mata mereka bersirobok. Andrew bisa melihat pancaran lelah dar...
![My Grip [End]](https://img.wattpad.com/cover/200344622-64-k578622.jpg)