38. Awaken The Devil.

3.5K 168 0
                                        

Beverly Hills, California. 4.36 P.M
Mikaelson Company.

Max melangkahkan kakinya keluar dari ruangan rapat, di dalam hati ia tiada henti mengumpat. Max sangat membenci ruangan sesak itu, yang di bahas hanya bisnis, bisnis, dan bisnis.

Lama-lama ia bisa mati karena bisnis, apa jadinya dengan Andrew. Kenapa pria itu bisa bertahan dengan hal yang sangat membosankan itu? Max bahkan tidak ingin membayangkan jika ia berada di posisi Andrew, sudah pasti rambutnya akan berubah menjadi putih semua karena stress.

Baru saja pria tampan berambut pirang itu akan membuka ruangan pribadi Andrew, suara Febi, sekretaris Andrew menginterupsi langkahnya, "Sir, di dalam ruangan Mr. Mikaelson sudah ada kekasihnya yang menunggu." Kata Febi.

Max mengernyitkan dahinya, "Alexa?" Tanya pria itu memastikan.

Febi mengangguk, "Ya. Miss. Grey." Tambah Febi.

"Baiklah, terima kasih." Ucap Max kemudian tangannya membuka pintu mahogani besar tersebut.

Indera penglihatannya menangkap siluet gadis yang mengenakan dress berwarna putih polos di padukan dengan mantel yang tebal, gadis tersebut tengah berdiri di sudut ruangan menatap gedung pencakar langit lainnya melalui kaca besar transparan.

Alexa menoleh ketika mendengar suara derit pintu terbuka, gadis itu tersenyum dengan sangat manis sampai-sampai Max terpesona melihatnya. Baiklah, pantas saja pria arogant itu tergila-gila. Batin Max.

Max berjalan menghampiri Alexa, "Hei Alexa, kita bertemu lagi." Sapa Max sambil mengulurkan tangannya.

Alexa tersenyum, "Hei, Max. Senang bertemu denganmu lagi." Balas Alexa seraya menjabat tangan Max.

"Duduklah."

Gadis berusia 20 tahun itu mengangguk dan menghempaskan bokongnya di sofa besar berwarna hitam, disusul dengan Max yang juga melakukan hal yang sama, "Dimana Andrew?" Tanya Alexa.

"Masih ada beberapa hal yang harus ia urus di ruang meeting," jawab Max.

"Alexa, pesona mu memang sangat kuat."

Alexa mengernyit bingung, "Pesona? Pesona apa?"

"Matamu. Matamu memang sangat indah, mengapa warna nya bisa serupa dengan warna lautan seperti itu?" Tanya Max seraya menatap mata Alexa dengan dalam.

Gadis bernetra biru laut itu tersenyum menyembunyikan rona merah di kedua belah pipinya, "Terima kasih," ujar Alexa, "Max, ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu."

"Apa itu?"

"Darimana kau mengenalku? Sebelumnya aku tidak pernah melihatmu, tetapi saat kita bertemu waktu itu kau seolah sudah mengenal ku."

Max terkekeh dan menganggukkan kepalanya, "Tentu saja aku tahu tentangmu. Aku adalah tangan kanan Andrew, aku yang mencari segala informasi mengenai dirimu." Jawab Max.

Alexa menatap Max dengan penasaran, "Jadi kau mencari segala informasi mengenai ku?" Tanya Alexa terperangah.

Max mengangguk, "Ya, atas perintah kekasih arogant mu itu. Aku hampir gila jika tidak memberikan informasi yang tepat mengenai mu, Andrew pasti akan marah besar." Gerutu Max seraya menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat temperamen Andrew yang membuat nya kewalahan sendiri.

My Grip [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang