Andrew Mikaelson POV.
Aku tersenyum menatap istriku yang sedang terlelap dengan damainya karena kelelahan akibat aktivitas percintaan panas kita, dengan penuh kasih sayang aku mengecup pelipis Alexa sebagai permintaan maaf ku karena membuatnya kelelahan dan tidak beristirahat dengan benar selama beberapa hari terakhir ini.
Baru saja aku hendak melangkahkan kakiku ke kamar mandi guna membuat tubuhku sedikit lebih segar tetapi urung karena mata ku menangkap sebuah buku berwarna pastel yang ada di atas meja, buku yang Alexa berikan saat berada di pesawat. Astaga, bahkan aku melupakan buku itu karena asik dengan 'pergulatan' dan liburan kita.
Aku melangkahkan kaki dan mengambil buku itu, membuka pintu kaca yang menjadi pembatas antara kamar dan laut lepas. Kemudian memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang ada, dengan perlahan aku membuka buku tersebut dan aku melihat tulisan indah dan rapi Alexa yang menyambut. Dengan perlahan aku mulai membacanya.
Dear My Grip, Andrew Rio Mikaelson.
Aku tahu bahwa tulisan saja tidak akan cukup untuk mendeskripsikan seberapa besar rasa cintaku padamu, tetapi biarkan aku menulis dengan segenap hatiku. Dan biarkan aku menggambarkan sebagaimana berarti nya kau untukku.
Aku ingin berterima kasih untuk semuanya An, kau adalah hal terindah yang Tuhan berikan untukku. Di saat semua orang pergi tetapi Tuhan masih memberikan kau untukku. Pegangan hidupku, orang yang sangat aku cintai. Kau adalah pria dengan berjuta kelembutan yang mampu membuat siapapun terpesona, sifat dan segala kerja keras serta usahamu membuat aku mengerti bahwa kau adalah yang terbaik untukku.
Cinta yang kau berikan untukku, kasih sayang kau pancarkan untukku, juga kehangatan yang selalu kau tawarkan untukku. Membuat aku menjadi perempuan paling beruntung di dunia ini. Aku tidak bisa membalas semua yang kau berikan untukku, tetapi biarkan aku mencintaimu sampai akhir hidupku. Mencintaimu sampai aku berhenti bernafas.
Kau adalah sahabatku, An. Kau adalah suamiku, kau adalah duniaku, kau adalah cintaku dan kau adalah segalanya untukku. Tulisan ini belum berakhir, aku ingin kita melanjutkan bersama-sama. Ya bersama-sama mengukir kehidupan kita dengan indah, karena kita memiliki cinta.
I love you My Grip.
Your Wife, Alexa Mikaelson.
Aku tidak tahu apalagi yang harus aku katakan, sungguh seharusnya aku yang mengatakan bahwa aku yang beruntung mendapatkan nya di dalam hidupku.
Dengan berlari tergesa-gesa aku menempatkan buku itu di tempat semula dan kembali menghampiri Alexa yang masih terlelap, aku mencium rambutnya dengan penuh kasih sayang. Menaikkan selimut untuk menutupi bahu telanjangnya dan menyerukan kepalaku di dalam ceruk lehernya.
Dengan pelan aku berbisik tepat di samping telinganya, "Aku yang beruntung, sayang. Kau adalah segalanya untukku, aku sangat mencintaimu."
----
A
ndrew Mikaelson POV.
Bora-Bora, Polinesia Prancis. 5.32 P.M
"Kau memang selalu penuh kejutan, An. Kejutan apa lagi yang akan kau berikan untukku saat ini?" Gerutu Alexa masih terus melangkahkan kakinya secara perlahan karena lagi-lagi Andrew menutup matanya dan mengatakan bahwa pria itu ingin menunjukkan sesuatu padanya. Perempuan mana yang tidak terpanah akan sikap lembut Andrew? Bahkan perempuan gila saja akan jatuh cinta padanya.
"Ini kejutan, sayang. Kalau aku memberitahumu itu namanya bukan kejutan." Benar sekali! Salahkan kebodohan Alexa yang menanyakan hal seperti itu.
Alexa hanya bisa mencebikkan bibirnya dan menuruti kata-kata Andrew. Setelah berjalan selama satu menit, Andrew menghentikan langkahnya dan menahan pundak Alexa dengan lembut, "Ini dia." Bisiknya kemudian melepaskan untaian kain yang menghalangi indera penglihatan istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Grip [End]
RomantizmAndrew berlutut tepat di belakang tubuh Alexa. Memeluk dengan erat, mencoba untuk menghantarkan seribu makna melalui sentuhannya. Alexa tidak berkutik, gadis itu membalikkan tubuhnya dan mata mereka bersirobok. Andrew bisa melihat pancaran lelah dar...
![My Grip [End]](https://img.wattpad.com/cover/200344622-64-k578622.jpg)