BTW, KALO AKU BIKIN PODCAST, KALIAN MAU AKU BAHAS APA?
Yang belum, ayo nonton dulu.
Happee Edi Mubarak, mana THR aku?
Adis memarkir mobil Johnny di depan kosannya.
Sejenak ia menyender pada jok mobil dan menatap ke arah kirinya, tepat di mana Doyoung tengah tertidur dengan kepala mendongak dan mulut menganga.
Karena efek mabuk, Doyoung menurut saja saat Adis menyuruhnya duduk di mobil sambil menunggu sunrise. Tak lama dari sana, cowok itu malah tertidur, membuat Adis buru-buru tancap gas dan membawa Doyoung pulang setelah memastikan motor Yuta aman di tangan warga sekitar dan tengah disusul oleh sang empunya bersama Ten.
Dalam diam, Adis menumpukan tangan kanannya di stir mobil dan memandangi Doyoung yang mendengkur pelan. Matanya memperhatikan luka di sudut bibir cowok itu, leher panjangnya, serta kaus putihnya yang terdapat beberapa bercak tanah, sedikit bekas muntahan yang sudah mengering, serta darah.
Bau tubuh cowok itu menguar, perpaduan antara bau sampo Doyoung, bau keringat, bau tembaga yang dihasilkan darah dari luka cowok itu, serta bau alkohol yang juga bercampur dengan bau asam yang Adis duga berasal dari sisa muntahan cowok itu.
Doyoung terlihat sangat kacau.
Perlahan, tangan kiri Adis terjulur, merapikan anak rambut Doyoung yang menutupi kening Doyoung. Cowok itu sedikit menggeliat sebelum kembali dalam tidurnya yang lebih lelap lagi.
"Tidur," lirih gadis itu pelan, nyaris tak terdengar. "Lari nggak mulu soal lo mabok atau kebut-kebutan, Doy. Kadang elo cuma perlu tidur nyenyak buat istirahat dari permasalahan lo."
Kata-kata itu menjadi nina bobo untuk Doyoung yang terlihat sangat nyaman dalam tidurnya. Bahkan deru mesin motor penghuni kosan yang mulai memasukin gang tak membuat Doyoung terganggu dalam tidurnya.
Adis memilih turun dari mobil Johnny saat teman-temannya sampai di depan kosan. Yang dibonceng langsung turun dan menghampiri mobil Johnny.
Jahe dan Jungwoo langsung mengangkat Doyoung dan memapah cowok itu ke dalam kosan, sedangkan Mark langsung menghampiri Adis yang berdiri di depan pagar kosan.
"Lo ketemu Doyoung di mana?" tanyanya.
"Di jalan mau ke Lembang."
"Buset!" celetuk Echan yang baru saja memarkirkan motornya di teras kosan. "Kok bisa elo kepikiran nyari ke Lembang?"
Pertanyaan itu membuat Adis terdiam sejenak. "Karna ... ketan bakar?"
"Hah?" gantian Mark yang menyahut. "Kenapa ketan bakar?"
"Hehe."
Adis sedikit menunduk, menutupi wajahnya yang memanas kala tebakan konyolnya justru tepat.
Tebakan bahwa Doyoung membaca post-it yang tertempel di kamarnya saat gadis itu ngidam berat pada ketan bakar Lembang.
Mark hanya tersenyum sambil mengusap pundak Adis pelan. "Ya udah. Masuk gih, udaranya udah mulai dingin."
"Gue masih nungguin Kang Johnny ngambil mobilnya. Bentar lagi juga orangnya nyampe."
KAMU SEDANG MEMBACA
PEKA SENI
FanfictionKatanya, seni itu gila. Masa? "Meong," ucap Kokom antusias. "Meong meong meong meeeeong." "Udah gila." ------------- Doyoung itu cuma anak 18 tahun yang baru lulus SMA, punya pacar, dan baru ngerasakan hidup ngekos. Tapi, setelah ngampus di kampus s...
