#00 - Semua Berawal dari Peka

8.9K 1.4K 1.3K
                                        

Doyoung menatap sekali lagi hadiah yang akan ia bawa ke vila.

Meski berat, akhirnya ia memasukkan ke dalam kotak yang sudah Cecil siapkan untuk angkatanya bertukar kado nanti.

Buru-buru ia masukkan kotak itu ke dalam tas ranselnya dan bangkit dari meja belajarnya.

Saat turun, ia melihat anak-anak kosan yang sudah siap berangkat menuju vila, termasuk Kokom yang kini tengah Jahe pasangkan sepatu di keempat kakinya serta jaket kulit yang persis sama dengan yang dikenakan cowok itu.

"Anjai, kece abesss!" Jahe mengacungkan kedua jempolnya di depan Kokom. "Sentuhan terakhir, kacamata hitam!"

"Loba lila! (Lama banget!)" Echan mendesah sebal. "Cepet lo ah, anak-anak udah pada otw ke sana!"

Jahe langsung menggendong Kokom. "Aing mau poto dulu, nge-pap ke Erin!"

Cowok itu merogoh saku celananya, mengeluarkan ponselnya, dan menyodorkannya pada Kyuhyun. "Pang potoin, Kang!"

Anehnya, Kyuhyun nurut-nurut saja.

Doyoung pun berjalan mendekati Lukas dan Mark yang tengah memasukkan beberapa mi instan ke dalam tas mereka. "Kudis mana?"

"Itu yang mau gue tanyain ke elo justru." Lukas kemudian berdiri di depan Doyoung. "Anaknya nggak pulang semalem. Elo tau dia ke mana?"

"Pergi sama Kang Johnny," jawab Doyoung seadanya. "Anaknya bilang nggak usah ditungguin sih tapi."

"Berarti langsung nyusul ke sana."

"Baju-bajunya?"

Lukas menepuk keningnya kencang. "Gue juga baru inget."

"Udah Teteh siapin!"

Keduanya seketika menatap Gladis yang keluar dari kamar Adis sambil menjinjing sebuah totebag. "Johnny yang ngehubungin Teteh suruh nyiapin ini," lanjutnya.

"Makasih, Teh," ucap Lukas sambil cengengesan. "Nanti Lukas beliin ayam geprek Mang Abar!"

"Iye, iye, terserah!" Gladis terkekeh sambil masuk ke kamarnya.

Winwin pun muncul dari tangga lantai satu. "Kuy, gengs! Anak-anak udah pada di depan, nungguin!"

Mereka segera bergegas menuju motor masing-masing. Setelah berpamitan dengan Kyuhyun, para penghuni kosan pun melaju bersama rombongan yang lainnya.

Kokom terlihat anteng dalam kotaknya yang berada di jok motor Jahe, seolah tidak memedulikan cowok yang kini tengah menyetir sambil bernyanyi, "LOP LOP MINGKI MOMO, YANG ADA DI HATIKU!" sekeras-kerasnya di atas motor. Sedangkan Echan yang dibonceng Lukas terlihat menikmati angin saat cowok jangkung yang kini menjadi supirnya itu memajukan kecepatan motornya.

Doyoung memperhatikan sekitarnya.

Kini, sisi kiri dan kanan jalan hanyalah pohon hijau rindang yang menyejukkan meski matahari tepat berada di atas kepala.

 Pemandangan yang ingin sekali ia bagi pada Adis.

Diam-diam ia berdoa, siapa pun yang mengantarkan gadis itu, ia mengizinkan mata cokelat itu untuk memandangi pemandangan ini barang sejenak.

Siapa pun.

Untuk mataharinya.

Setelah perjalanan kurang lebih satu setengah jam, mereka sampai di vila. Begitu masuk, anak-anak lain langsung mengerubuni Kokom yang masih mengenakan pakaian lengkap, termasuk helm. Sebagian berfoto bersama kucing tengil itu, sisanya mengarak Kokom demi mengusir roh jahat yang bersemayam di dalam vila tersebut.

PEKA SENICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang