20

951 145 0
                                    


Ngak aku baca ulang, jadi maaf kalo banyak typo ya....



.
.
.

Sakura mengangguk paham setelah mendengarkan penjelasan Temari mengenai masalah yang mengganggu sahabatnya itu akhir akhir ini.

"Pantas saja kau terlihat seperti orang bingung belakangan ini"

"Ck... Aku butuh pencerahan.... Aku tidak tau lagi harus bagaimana. Aku tidak mau dijodohkan Sakura..." Ujarnya dengan nada cemas.

"Mm... Aku tidak bisa membantumu. Lagi pula ini kan sudah terlambat Temari"

Temari memutar bola mata. " Kenapa kau semakin membuat aku takut?"

Sakura mengedikkan bahunya.

Kemudian hening, Sakura hanya diam memperhatikan Temari yang gelisah. Ia memang tidak bisa membantu. Lagi pula, jika ia membantu mencari seseorang, itu akan sia sia. Ayah Temari akan menangis janji putrinya hari ini. Sangat mustahil untuk mencari seseorang untuk diajak kerja sama dalam waktu singkat.

Pikirnya melayang, menelaah mancari siapa teman lelaki yang bisa berputar pura menjadi kekasih Temari.

Senyum gadis itu mengembang kala ia mengingat satu nama.

"Shikamaru..."

Temari sontak mengalihkan pandangannya dengan mulut terbuka lebar.

"A...apa?!"

"Ya, Shikamaru. Kau bisa memintanya menjadi pacar pura pura mu"

"Kau gila?"

"Ayolah Temari... Aku tau kau sangat tidak menyukainya. Tapi ini demi kebaikanmu. "

Temari menggeleng keras.

"Tidak... Aku tidak mau berurusan dengannya"

"Kenapa? Kau hanya perlu meminta bantuannya untuk hari ini saja. Setelah kau mengenalkan nya pada orang tua mu, mereka pasti tidak jadi menjodohkanmu. Setelah kau pulang nanti, kau bisa berbohong kalau kau putus dengan Shikamaru pada orang tuamu. Selesai" ujarnya lancar.

" Jika aku meminta bantuan pada lelaki itu, akan jadi masalah besar nanti"

"Kau bahkan belum mencobanya. Kenapa kau malah berbicara seperti itu?"

Temari mendudukan dirinya disamping Sakura.

"Dengarkan aku, lelaki itu mengetahui masalahku ini. Bahkan sebelumnya dia menawarkan diri untuk dikenalkan kepada orang tuaku. Aku tentu saja menolaknya. Aku sangat tidak ingin berurusan dengannya. Tapi tiba tiba, dia mengajukan perjanjian jika aku memintanya supaya menjadi orang yang nanti akan dikenalkan dengan ayahku, dia memintaku untuk menjadi pacar nya. Itu sungguh mustahil"

Sakura tertawa mendengar ucapan Tamari. Ternyata Shikamaru memang benar benar ingin mendapatkan sahabatnya ini. Buktinya dia rela merendah dan menawarkan diri pada Temari.

"Benarkah? Apa kau tidak bisa lihat usaha Shikamaru untuk mendekatimu? Mungkin ini memang sudah takdir. Kau ditakdirkan untuk menjadi pacarnya."

" Sakura... Kenapa kau malah menertawakan ku" rengek Temari.

Sontak Sakura terdiam. Ia baru kali ini i melihat wajah gelisah Temari hingga mata gadis itu berkaca kaca. Kemana perginya Temari yang tegas dan galak?

"He..hey... Kau jangan menangis. Maaf, aku hanya terbawa suasana. "

"Aku tidak ingin dijodohkan..." Temari sudah mengeluarkan air matanya.

"Sssttt... Tenanglah. Lebih baik kita pergi menemui Shikamaru. Kita minta baik baik. Jika dia memintamu menjadi kekasihnya, biarkanlah. Setelah semuanya selesai. Kau bisa meminta putus darinya, kan?"

squadTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang