11

1.1K 100 2
                                    


Maaf kalo masih banyak typo. Atau penulisan nya jelek.

Happy reading:):):)



Shikatema

"Bagaimana jika aku yang kau kenalkan pada orangtuamu sebagai kekasihmu?"

Dan saat itu juga, kedua mata Temari membulat sempurna.

"Kau pikir aku mau?"

Shikamaru tampak mengedikan bahunya. "Memangnya kau punya teman lelaki? Atau pacar? Tidak, kan"

Benar juga. Tapi, tidak harus Shikamaru, kan? Temari sungguh tidak ingin berurusan dengan lelaki ini.

Tapi, waktu seminggu itu hanya sebentar. Ia tidak mungkin mencari lelaki untuk ia sewa dalam waktu yang singkat. Itu sedikit mustahil.
Temari berpikir sejenak. Semuanya akan susah jika ia tidak bekerja keras. Jika ia bekerja keras, kan. Ia pasti bisa mendapatkan seseorang. Walaupun orang bayaran. Tapi yang penting bukan Shikamaru. Usaha tidak akan menghianati hasil, kan?

"Aku pasti akan mendapatkan seseorang."

Shikamaru terkekeh. "Coba saja. Aku pastikan, kau akan mendatangiku dan meminta bantuanmu."

"Percaya diri sekali, kau"

"Aku bukannya percaya diri. Tapi itu akan terjadi. "

"Oh, ya? Kalau gitu. Mari kita lihat kedepannya"

Shikamaru mengangguk. "Kita lihat saja. Jika kau tidak mendapatkan lelaki dan kau mendatangiku, kau harus benar benar menjadi kekasihku"

Temari terbelalak. "Apa apaan kau"

"Kenapa? Takut?"

"Ti...tidak. itu tidak akan terjadi." Ujar Temari sedikit gugup. "Dan... Kenapa kau masih ada disini? " Temari kembali menjadi wanita galak.

"Aku juga akan pergi"

"Yasudah... Pergi sana."

"Ya, jangan lupa mampir disana. Kita tetangga sementara"

"Apa maksudmu? Jadi... Villa itu... Kau yang sewa?" Ujar Temari tak percaya.

"Ya. Jika butuh bantuan. Kau pergi saja ke villa ku"

Shikamaru berlalu pergi. Memang dulu dirinyalah yang mengejar Temari. Sekarang, waktunya pembalasan. Giliran Temari yang harus mengejarnya. Walaupun sedikit mustahil.

Tapi ia akan melakukan segala cara agar Temari tidak menemukan pria lain selain dirinya untuk dikenalkan pada orangtuanya. Dengan begitu, tidak hanya menang, ia juga bisa menjadi kekasih asli Temari nanti.

Shikamaru terkekeh.

Memang terdengar sedikit licik. Tapi, semua adil dalam perang dan cinta. Itulah dialog yang ia ingat dari sebuah film romantis yang sering ditonton sepupu Naruto.

.
.
.
.
.



Naruhina

"Naruto-kun, aku masih bingung dengan satu hal"

"Hmm...apa?"

"Kenapa kau tiba tiba melamar ku?"

Langkah Naruto terhenti, begitupun dengan Hinata yang tangannya tengah ia genggam.

"Kenapa tiba tiba bertanya seperti itu?"

"Aku hanya merasa bingung. Tiba tiba saja kau datang melamar ku"

Naruto tersenyum.

"Apa kau percaya? Dari dulu aku sudah menyukaimu"

Hinata terdiam. "Benarkah?"

Naruto mengangguk. "Sudah sejak lama aku mengirimkan kode padamu. Tapi kau tidak pernah paham."

"Aku tidak mengerti''

"Kau tidak akan mengerti. Yang jelas, dari dulu sampai sekarang dan selamanya. Aku akan selalu mencintaimu"

Hinata tersenyum malu. Pipinya bersemu merah saat mendengar ungkapan cinta dari Naruto. Memang bukan yang pertama kali. Tapi selalu mampu membuat dirinya membuncah bahagia.

"Aku juga mencintaimu naruto-kun . Terima kasih"

Naruto membawa Hinata kedalam pelukannya. Ia sangat beruntung, karena cintanya sudah terbalaskan.

Pelukan mereka terlepas saat terdengar deringan diponsel Naruto.

"Siapa?"

"Sasuke. Tunggu sebentar"

Naruto melepaskan pelukannya dan mengangkat telepon Sasuke.

"Naruto, Sakura Dirumah sakit. Tadi kami kecelakaan."

"Apa? Sekarang dimana kalian?"
Wajah Naruto terlihat khawatir dan itu membuat Hinata ikut menatapnya dengan raut penuh tanya.

"Ada apa Naruto Kun?'' bisiknya.

"Sasuke dan sakura kecelakaan. Mereka ada dirumah sakit"

Hinata membungkam mulutnya terkejut.

"Kita harus segara pergi kesana. Cepat tanyakan dimana rumah sakitnya, Naruto-kun"

Naruto mengangguk.

" Kami ada dirumah sakit....."

"Aku akan segera kesana."

"Tapi kami hanya-....."

Tuttt....

Sambungan terputus. Naruto langsung membawa Hinata kembali ke villa untuk mengabari semua orang, tanpa mendengarkan penjelasan Sasuke terlebih dahulu.

.
.
.
.
.





squadTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang