"TENTEN, KAU AKAN MELUPAKAN JANJI MU PADAKU? MELUPAKAN MIMPI KITA BERDUA DAN AKAN MENINGGALKAM KU LAGI?" Neji berteriak membuat sebagian pengunjung mall melirik padanya.
Tenten dan Sai menghentikan langkah mereka. Sai menoleh pada Tenten yang berada disebelahnya. Gadis itu menangis. Sai mengerti apa yang dirasakan Tenten saat ini, Tenten sangat ingin pergi bersama Neji tapi ia tidak bisa ingkar pada dirinya sendiri.
Sai menggenggam tangan Tenten. Menuntunnya untuk berbalik.
Tenten mendongak terkejut. "Sai?? Apa yang kau lakukan?"
Sai tidak menjawab. Ia berjalan menuntun Tenten kembali ke arah Neji. Tenten menatap Sai dengan tatapan tak percaya nya. Begitupun dengan Neji, Naruto , Hinata dan Ino.
Saat ia sampai dihadapan Neji, ia mengulurkan tangan Tenten yang ia genggam ke arah Neji.
Neji menatap tak percaya kearah Sai.
"Dia milikmu. Aku hanya menjaganya untuk sementara waktu, dan sekarang, kau sudah kembali. Dan aku tidak berhak lagi menjaganya."
Neji terpaku.
"Tunggu..." Sai melepas cincin pertunangan dijari Tenten .
"Tenten tidak mencintaiku. Dia selalu menunggumu setiap waktu. Kami bertunangan untuk bisa melupakan masa lalu kami. Tapi, sepertinya takdir ingin menyatukan kalian kembali. Jadi,,, bawalah Tenten bersamamu. Karena dia milikmu. "
Neji menggenggam tangan Tenten yang diulurkan Sai.
Tenten menatap wajah Neji begitupun sebaliknya. Neji menarik tangan Tenten lalu memeluknya erat. Tenten membalas tak kalas erat.
Prok...prok...prok...
Baik Neji , Tenten, sai, Naruto dan Hinata. Mereka terlonjak kaget saat mendengar tepukan tangan yang meriah. Mereka saling mengendarkan pandangan mereka. Orang orang yang mengerubuni mereka sangat banyak.
"Ya ampun...aku malu" lirih Tenten membuat semuanya terkekeh geli.
Mereka memutuskan untuk berjalan menuju parkiran agar tidak ada orang yang mengerubuni mereka lagi.
"Sai..."
Sai menoleh. "Terima kasih, kau sudah mau melepaskan Tenten untukku. Dan maaf tadi aku sempat memukulmu"
"Tidak apa. Aku mengerti, kau hanya takut Tenten benar benar pergi darimu"
Neji terkekeh. Perkataan Sai memang benar. Ia tadi merasa takut saat Tenten mengucapkan tidak bisa kembali padanya dan sudah bertunangan.
"Sekali lagi, aku mengucapkan terima kasih."
Tenten mendekat kearah Sai. Lalu memeluk kaki kaki itu. "Terima kasih Sai. Aku akan menjelaskan pada keluarga kita nanti. "
Sai mengangguk seraya membalas pelukan Tenten.
"Kalau begitu, aku pulang dulu. Aku masih ada pekerjaan" semua mengangguk lalu Sai pergi begitu saja.
"Kak Tenten. Aku merindukanmu"
"Aku juga merindukanmu Hinata"
Hinata mendekat lalu memeluk Tenten."Mereka siapa?"
"Maaf, aku belum sempat mengenalkan mu . Dia Naruto, calon adik iparku."
"Kekasihnya Hinata?"
"Iya, dua hari lagi mereka akan menikah"
"Benarkah? Selamat Hinata...aku ikut bahagia mendengarnya."
Hinata tersenyum.

KAMU SEDANG MEMBACA
squad
Teen FictionIni kisah perjalanan para lelaki untuk mendapatkan cinta para gadis yang mereka sukai. Sasuke x sakura Naruto x Hinata Shikamaru x Temari Sai x ino ******* Pinjem karakternya....