23. XII IPA 1 Vs XII IPS 5

822 115 0
                                        

"Jika sudah memliki tempat tersendiri dihati, perhatian kecil itu sangat berarti."

Satriya_Dewangga


🍂

Hari ini jadwalnya perlombaan cerdas cerdas cermat. Untuk pertama kalinya Raya mengikuti lomba mewakili kelasnya. Hoooam! . Membosankan.

Gadis itu sudah berdiri dibalik meja podium dengan Eza di cowok berkacamata, teman sekelasnya. "Za,  ntar gue yang pencet belnya,  lo yang jawab!"

"Eh,  enak aja! Cuma mencat-mencet aja gue juga bisa," kilah Eza.

Raya mendengus sebal. "Pokoknya lo yang jawab!  Gini deh,  kalau lo gak bisa, ntar gue Bisikin jawabannya."

"RAYA...  SEMANGAT." Teriakan teman-teman Raya menggema ke seluruh ruangan. Berbeda dengan yang lain kalau disorakin tambah semangat, Raya justru tidak suka. Memalukan.  Menurutnya

Selama lomba berlangsung,  setiap soalnya mampu dihajar oleh Eza. Ups! Maksudnya Raya dan Eza. Lebih tepatnya Raya yang pencat-pencet bel,  Eza yang menjawab dengan Raya sebagai otaknya. Raya sama sekali tidak mau angkat suara.

"Sekor kelas XII IPA 1 dan kelas XII IPS 5 sama,  dan pertanyaan terakhir ini sebagai penentu pemenang perlombaan cerdas cermat tahun ini."

Pertarungan sengit antara kelas XII IPS 5 dan XII IPA 1. Kelas XII IPS 5 diwakili oleh Raya dan Eza. Sedangkan kelas XII IPA 1 diwakili oleh Galang dan satu teman perempuannya yang tidak dikenali siapa namanya.

Raya tak mengerti kenapa harus Galang yang menjadi perwakilannya. Bukankah dia panitia lomba?  Raya teringat satu hal, Galang adalah pemegang juara umum 4 semester berturut-turut. Mana mungkin kelas XII IPA 1 menyia-nyiakan aset yang mereka miliki.

"Pertanyaannya...." Suara pembawa acara itu membuyarkan Raya dari lamunannya dan kembali fokus pada pertanyaan yang akan dia jawab.

"Berapa jumlah pulau yang dapat berpotensi untuk memenuhi target UU No.6/1996 tentang Perairan Indonesia ?"

Tetttttt!

Raya memencet belnya dan membisikkan jawaban pada Eza. Tanpa Raya tahu,  Galang yang saat ini menjadi rivalnya,  melihat dengan mengerutkan kening. Sepertinya laki-laki itu menyimpan tanya pada Raya.

Setelah Raya menyadari ada yang melihatnya. Mata gadis itu tanpa sadar bertemu dengan mata Galang. Dengan cepat Raya mengedipkan matanya untuk memutus kontak mata dengan Galang dan melihat kearah lain.

"Tujuh belas ribu lima ratus empat pulau." Eza menjawabnya dengan lugas.

Para juri saling lirik untuk menilai,  dan...

"BENAR. SELAMAT UNTUK KELAS XII IPS 5." Pengumuman dari pembawa acara itu mengundang teriakan dan tepukan tangan meriah menyambut pemenang lomba cerdas cermat kali ini.

"Ih... Eza, gue gak nyangka ternyata lo pinter juga bisa ngimbangin Galang." Salah satu teman sekelas Raya dan Eza mencubit pipi Eza gemas.

"Iya ya,  tahu gitu dari dulu gue nerima lo," ucap siswi yang lainnya lagi yang diketahui pernah ditembak Eza.

"Eza, cute banget sih kamu."

SAGARA (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang