Chapter 9

896 211 292
                                        

Seorang pria yang terlihat beberapa kali menyesap batangan nikotin yang terselip di antara jari tengah juga telunjuknya, menatap datar pria lain yang kini tak sadarkan diri di hadapannya. Pria yang sempat menghilang dan terpaksa membuatnya mengerahkan anak buahnya untuk mencari dan membawa pria itu kembali ke hadapannya.

"Apa kalian bodoh?!! Kenapa kalian membawanya dalam keadaan seperti ini!!!"

"Maafkan kami tuan, kami terpaksa melakukannya. Karena ia selalu mencoba untuk melawan."

"Pergilah!" Perintah yang selalu saja terdengar mutlak oleh siapapun yang mendengarnya, hingga membuat pria berbadan besar itu menghilang dari hadapannya.

"Han Seokjin! Kau selalu saja membuatku susah, Bedebah!!!"

Samar-samar rungu Seokjin mendengar suara yang cukup familiar di rungunya, membuatnya beberapa kali mengerjapkan kedua netra kembarnya, mencoba untuk mengembalikan seluruh kesadarannya yang sempat hilang. Hingga akhirnya ia bisa mengembalikan seluruh kesadaran sepenuhnya.

Yang pertama Seokjin rasakan, rasa sakit di bagian perut juga tengkuknya serta beberapa luka yang berdenyut di wajahnya dan jangan lupakan pergelangan tangan yang terasa sakit karena ikatan yang terlampau erat di sana. Dengan segala kekuatan yang tersisa, Seokjin mencoba untuk menegakkan tubuhnya yang lemah itu.

"Taehyung-ssi." Satu-satunya kata yang keluar dari labium Seokjin, saat melihat seseorang yang tengah berdiri angkuh dengan lengan yang terlipat di dada, berdiri tepat di hadapannya. Pria itu, Ryu Taehyung mengeluarkan smirk smile khas yang dimilikinya.

"Apa kau terkejut? Dengar! Han Seokjin. Aku akan selalu menemukanmu meski kau bersembunyi di dalam lubang semut sekalipun."

"Taehyung-ah, apa yang kau lakukan?!"

Seluruh atensi Taehyung juga Seokjin berhasil teralihkan pada seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. "Eoh! Hyung? Aku tak melakukan apapun, hanya membawa bedebah ini untuk menepati janjinya. Karena janji adalah hutang dan hutang harus segera di bayar!" ujar Taehyung dengan santainya sambil menenggak segelas wine yang ada di hadapannya.

"Seokjin-ah! Kau baik-baik saja?" tanya Namjoon yang langsung beralih untuk mengampiri Seokjin dan dibalas anggukan oleh Seokjin. Namjoon juga bergegas untuk segera membuka ikatan yang sedari tadi melingkar di pergelangan tangan milik Seokjin.

"Taehyung-ah, tak seharusnya kau melakukan ini padanya!" ujar Namjoon dibalas tatapan tajam dari mata elang yang dimiliki Taehyung.

Perkataan Namjoon semakin membuat Taehyung naik pitam, dan menghempas gelas yang sedari tadi berada dalam genggamnya ke sembarang arah hingga menimbulkan suara pecahan yang cukup memekakkan telinga. "Jadi sekarang kau ada dipihaknya?!! Namjoon Hyung?" tanya Taehyung sambil tertawa hambar, kemudian mengambil sebatang nikotin lagi lalu menyesapnya, menimbulkan kepulan asap yang perlahan menghilang karena hembusan angin yang menerpa wajahnya.

"Taehyung-ssi. Ku mohon berikan aku waktu sebentar lagi. Aku akan segera mengganti semua uang yang telah kau gunakan untuk menjaminku." Seokjin kini mendekat bahkan memohon tepat di kedua kaki Taehyung, dan satu tendangan pun berhasil diterima Seokjin hingga membuatnya kembali meringis dan tersungkur.

"Kau pikir aku membutuhkan uang dari orang miskin sepertimu! Yang ku butuhkan adalah tubuh dari gadis yang telah kau janjikan padaku!!"

Ingatan Seokjin pun kembali berputar saat beberapa waktu yang lalu ia juga di hadapkan pada situasi yang hampir sama seperti ini. Memohon di kaki seorang Ryu Taehyung, meski pria itu jauh lebih muda darinya.

Semua itu bermula dari Seokjin yang gagal dalam melakukan misi pertama yang diberikan Taehyung untuknya. Yaitu membunuh orang yang menjadi incaran Taehyung selama ini. Sebenarnya Seokjin berhasil melakukan pembunuhan tapi sialnya ada saksi mata di sana yang melihat aksinya hingga membuatnya masuk dalam daftar pencarian polisi saat itu.

HEILERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang