Hari ini Taehyung kembali ke rumah sakit jiwa tempat Ibunya dirawat, bersama Seokjin dan juga Hyerin tentunya. Sebelumnya Taehyung menyempatkan diri untuk membeli bunga mawar putih yang diberitau Seokjin, karena Ibunya sangat menyukainya. Satu tangannya membawa buket bunga itu dan tangan lainnya menggenggam tangan Hyerin dengan begitu erat.
Ada rasa takut sebenarnya di hati Taehyung, ia takut Ibunya kembali seperti saat pertama kali mereka bertemu. Berteriak histeris bahkan sampai melukai dirinya sendiri. Tapi Taehyung mencoba menepis segala rasa takut itu dan meyakini hatinya bahwa semua akan baik-baik saja, bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Kau tunggu di sini sebentar, aku akan memberi pengertian padanya," ucap Seokjin saat mereka tiba di taman rumah sakit. Tempat yang menjadi favorit Miyoung selama ia berada di sini. Ada sebuah danau yang tidak terlalu luas, satu pohon yang tidak terlalu besar, serta taman kecil yang berisikan berbagai jenis bunga.
Taehyung hanya mengangguk dan melihat Seokjin yang semakin menjauh darinya. Taehyung bisa melihat dengan jelas, tatapan kosong itu seketika berubah saat melihat kehadiran Seokjin di sana, bahkan Ibunya itu tersenyum hangat pada pria itu. Taehyung sangat bersyukur, setidaknya ada orang yang benar-benar dengan tulus menjaganya selama ini.
Taehyung tidak bisa membayangkan jika saja Seokjin tidak menyelamatkan Ibunya kala itu, mungkin sampai saat ini ia tidak akan mungkin bisa melihat bagaimana sosok Ibu kandungnya. Hati Taehyung kembali teriris perih saat menghadapi kenyataan bahwa Sooyeon lah yang membuat Ibunya semakin depresi bahkan sampai berniat untuk melenyapkan seorang wanita yang berhak untuk melanjutkan hidupnya. Sebelum Sooyeon, Taehyung yakin kedua orang tuanya lah yang ikut andil membuat Ibunya depresi seperti ini.
Lamunan Taehyung seketika buyar saat mendapati kedua tangan Hyerin yang berada dalam genggamannya, balik menggenggam begitu erat. Kedua manik Taehyung kembali bertemu dengan manik indah milik Hyerin. Gadis itu tengah tersenyum lembut ke arahnya. Sungguh! Gadisnya benar-benar sangat cantik.
"Apa yang sedang kau pikirkan? Seokjin Oppa menyuruh kita ke sana," ucap Hyerin dengan begitu lembut.
Taehyung mengerjap kemudian bersama Hyerin ia melangkahkan kaki jenjangnya, berjalan menuju seorang wanita yang kini tengah menatap ke arahnya. Rasanya Taehyung ingin berlari dan langsung memeluk wanita yang sangat dirindukannya, tapi ia tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang kembali. Ibunya dalam kondisi tidak seperti orang normal pada umumnya, jadi Taehyung harus mengerti akan hal itu.
Hari ini berjalan dengan begitu baik. Miyoung terlihat mulai bisa menerima kehadiran Taehyung. Hyerin juga bisa melihat sebuah kebahagiaan yang terselip dari sorot manik Taehyung kendati manik kembar itu terlihat begitu berkaca-kaca, ini pertama kalinya Hyerin melihat Taehyung yang begitu bahagia. Hyerin tersenyum menyambut Taehyung yang baru saja mengantar Miyoung untuk kembali ke ruangan yang selama ini wanita itu tempati, setelah seharian penuh pria itu menemaninya. Hati Hyerin benar-benar merasa sangat bahagia saat melihat kedua manik kembar Taehyung yang terlihat berbinar.
Sedangkan Taehyung yang melihat Hyerin terus tersenyum ke arahnya pun menukikkan alisnya. "Hey! Ada apa denganmu? Kenapa kau terus tersenyum seperti itu?" tanya Taehyung sambil menyetuh sisi wajah Hyerin dan memberikan usapan lembut di sana.
"Ani! Apa aku tidak boleh tersenyum?"
Taehyung ikut tersenyum, lantas tangannya bergerak untuk merengkuh pinggang ramping milik Hyerin. "Tentu saja boleh, tapi jika alasanmu tersenyum itu adalah aku. Kau terlihat semakin cantik jika sedang tersenyum seperti ini," ucap Taehyung sambil menyelipkan surai Hyerin ke balik daun telinga, yang berhasil membuat semburat merah itu lagi-lagi muncul di kedua pipinya.
"Yak! Kalian! Apa yang kalian lakukan!"
Dengan gerak refleks, Hyerin langsung mendorong dada bidang Taehyung agar membuat pria itu menjauh dari tubuhnya. Memalukan sekali, ia bisa merasakan pipinya yang semakin memanas karena ulah Taehyung juga entitas Seokjin yang tiba-tiba datang bersama Yoongi.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEILER
FanfictionSebaik dan sekeras apapun usaha untuk menutup sebuah luka, pasti akan terlihat juga. Aksara dari labium mengalun bahwa semuanya baik-baik saja, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tak ada yang tau seberapa dalam luka yang telah bersemayam dan tak a...
