Hari ini Hyerin kembali menjalankan aktivitasnya, sebagai mahasiswa tingkat akhir Hyerin cukup disibukkan dengan tugas akhir hingga membuatnya harus sering datang ke kampus untuk menyelesaikannya. Tak bisa dipungkiri kepalanya masih terasa tak karuan akibat benturan yang terjadi semalam.
"Hyerin!!!"
Merasa ada seseorang yang memanggil namanya, bukannya menghentikan langkah Hyerin malah semakin mempercepat langkahnya sambil menahan rasa sakit di kepalanya yang terasa semakin berdenyut. Suara itu, Hyerin sangat mengenal suara itu. Hyerin tidak mau orang itu melihatnya dengan keadaan menyedihkan seperti ini dan akhirnya mengasihaninya.
"Hey!! Apa kau sedang menghindariku?" tanya Pria itu setelah berhasil menghentikan langkah Hyerin. Lalu membalikkan tubuh Hyerin yang sedari tadi menghindar untuk berhadapan dengannya.
"Jj...jung..kook. "
Dan betapa terkejutnya Jungkook saat ia mendapati wajah Hyerin dengan beberapa lebam serta darah yang terlihat mengering di pelipis juga sudut ranumnya. Jungkook kembali dibuat semakin terkejut kala ia melihat Hyerin yang tiba-tiba limbung kemudian kehilangan kesadaran tepat di pelukannya, tanpa pikir panjang kemudian ia langsung membawa tubuh lemah itu menuju ruang kesehatan kampus.
"Apa yang terjadi padamu, Hyerin-ah?" Jungkook bermonolog setelah melihat bagaimana tubuh Hyerin tergeletak tak berdaya di atas ranjang ruang kesehatan.
Tak lama Hyerin pun mengerjapkan kedua netranya, mencoba mengembalikkan seluruh kesadarannya yang sempat menghilang sambil menyentuh kepalanya yang sedikit terasa berdenyut. Dan dilihatnya sosok Jungkook yang tengah menatapnya kelewat sendu, penuh dengan sirat kekhawatiran yang terpancar begitu jelas di kedua maniknya.
"Hyerin?" panggil Jungkook dengan sangat lembut saat dirinya melihat Hyerin yang mulai kembali pada kesadaran sepenuhnya, kemudian menarik tangan gadis itu dengan begitu lembut untuk sepenuhnya tenggelam dalam genggaman hangatnya, "apa yang terjadi?" lanjutnya.
Hyerin hanya diam memandang Jungkook yang tersirat kekhawatiran dari wajahnya yang cukup tampan itu. Sampai saat ini tidak ada yang tau bahwa Hyerin selalu mendapatkan perlakuan kasar dari Seokjin baik itu Jungkook maupun Hana, Hyerin tidak mau sahabatnya itu terlalu ikut campur dalam masalah keluarganya biarlah ia yang menanggungnya seorang diri.
Yang mereka tau hanya Seokjin yang memang sering tidak pulang dan mengabaikan Hyerin juga Ayahnya, tapi tidak dengan setiap perlakuan kasar Seokjin yang selalu diterima oleh Hyerin. Dan baru kali ini juga Hyerin menampakkan wajahnya yang babak belur di depan Jungkook, karena biasanya jika hal seperti ini menimpanya sudah dipastikan Hyerin tidak akan masuk dengan alasan mengantar Ayahnya untuk terapi di luar kota untuk menghidar dari dua sahabatnya itu.
"Hmm.. ti..tidak.. kook-ah. Aku tidak apa."
"Apanya yang tidak apa? Lihat wajahmu itu, bahkan kau pingsan tadi."
"Jungkook-ah! aku harus menemui pembimbingku," ucap Hyerin yang langsung berusaha bangkit, namun usahanya sia-sia manakala Jungkook menahan tubuhnya agar tetap berbaring.
"Tidak!! Sebelum aku mengobati lukamu itu!"
"Tap—"
Jungkook pun tidak memperdulikan Hyerin, tangannya beranjak mengambil kotak obat yang tersedia di ruangan ini. Dengan sangat lembut Jungkook mengobati beberapa luka di wajah Hyerin dan mengganti plesternya dengan yang baru. Hyerin hanya diam, sambil sesekali menatap wajah Jungkook yang sangat serius jika dilihat di saat seperti ini.
"Sshhh.. aww!" Hyerin sedikit merintih saat tak sengaja tangan Jungkook menekan lukanya terlalu keras.
"Apa itu sakit?" tanya Jungkook dengan rasa bersalah yang menguar dari dalam dirinya. Kedua netranya memandang lekat kedua manik milik Hyerin. "maafkan aku," lanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEILER
Fiksi PenggemarSebaik dan sekeras apapun usaha untuk menutup sebuah luka, pasti akan terlihat juga. Aksara dari labium mengalun bahwa semuanya baik-baik saja, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tak ada yang tau seberapa dalam luka yang telah bersemayam dan tak a...
