Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

11. Bus Stop

1.7K 134 0
                                        

Bus Stop

Pada hari yang sangat berangin ketika menjelang matahari terbenam membuat pemandangan yang tak bisa untuk dilewatkan. Duduk berada di dekat jendela bus dengan memandangnya dalam perjalanan pulang. Pemandangan yang selalu Changmin lihat ketika selesai melakukan terapi.

Berada di London untuk 2 bulan terakhir membuatnya sedikit menyesali perilaku kekanakannya. Sadar jika terlalu stres memikirkan kegiatan kuliahnya, lalu klub menarinya, lalu mantan kekasihnya.

Kehilangan indera pengecap membuatnya susah untuk mempercayai orang lain, membuatnya merasa perbedaan dengan orang lain, merasa tak normal. Pandangan orang lain padanya seperti menyepelekannya, mengusirnya dari lingkungan sosial.

Ketidakpercayaan yang timbul membuatnya sedikit menjaga jarak dengan orang lain, bahkan dengan anggota Tebeze dan sahabatnya sendiri. Berprasangka buruk tentang cara orang melihatnya.

Pikirannya menjadi lebih berat jika memikirkan setiap ucapan untuknya, sikapnya. Apakah setiap tindakannya malah memberikan citra buruk untuknya. Lalu bisa jadi menjelekkan di belakangnya. Membuatnya memberikan tatapan tajam jika ada yang melirik tak suka padanya.

Menjadi lebih sensitif, setiap mendengar ucapan yang menyangkut dirinya. Tersinggung jika ada yang menegurnya, memberikan kata-kata yang membuatnya terluka, walaupun masalah kecil.

Marah jika ada yang berani mendebatnya, menatapnya tak suka. Ucapan dingin dan ketus keluar setiap waktunya, membuatnya semakin banyak digunjing. Pikirannya semakin kesal jika sampai dikucilkan.

Perlahan menjaga jarak, membuatnya seperti gunung es yang tak tersentuh. Memberikan tatapan yang dingin untuk melindungi dirinya, walaupun di dalam hatinya takut akan ditinggalkan, pikirannya takut tak mempunyai orang terdekat lagi.

Menjadi pecemburu, membuatnya selalu berdebat dengan mantan kekasihnya. Menjadi lebih posesif, mengekang setiap kegiatannya, yang membuat mantannya selalu menjauhinya, ingin lepas dari sangkarnya.

Sering kali mengalami keracunan makanan, karena tak bisa membedakan rasa. Tak peduli bagaimana rasa yang dimakannya, entah pedas atau asin, ataupun kedaluwarsa. Membuatnya sangat was-was jika memperoleh makanan dari orang lain. Tapi akan memakan setiap makanan mantannya.

Orang yang begitu dipercayainya untuk berada di sampingnya, menemaninya. Tapi setelah mendengar gosipnya berselingkuh membuatnya lebih posesif, mengurungnya. Mantannya tak terima hingga melakukan pemberontakan.

Menjadi orang yang sensitif, pecemburu, dan pemarah adalah usahanya untuk membentengi dirinya dari ketidaksukaan orang lain. Entah sikap atau ucapannya yang menyakitinya. Memasang benteng kokoh untuk membuktikan bahwa dirinya tak tergoyahkan, walaupun membohongi dirinya sendiri yang rapuh.

Mulai menjauhinya, susah untuk berada di dekatnya, selalu mengelak jika membahas gosip selingkuh. Tak mau juga menjadi orang yang skeptis, tapi keadaan yang seperti memaksanya. Tak bisa mempercayai mantannya, menaruh curiga, dan takut jika ditinggalkan.

"Kamu sekarang banyak alesan kalo diajak keluar ya."

"Kamu gak mau nemeni aku di apartemen ya."

"Jangan berani-berani pergi."

"Awas sampe selingkuh."

"Mau putus makanya deketin Hyunjae ya."

Hingga saat melihatnya begitu dekat dengan Kevin, walaupun sedang mengerjakan tugas tapi melihat kedekatan keduanya hanya membuatnya tambah sakit. Kenapa suka sekali membuatnya marah, memanasinya.

Mendudukkan di sebelah Juyeon dengan mencubit perutnya, untuk membuatnya tersadar, jika dirinya sedang melihat. Membuatnya berpikir, mungkin menginginkan seseorang yang tak rewel dan memahaminya, lebih baik darinya.

Romantica | jukyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang