44. Sorry: Reward

1.5K 123 36
                                        

44. Sorry: Reward

Bertemu dengan Juyeon itu membawa kebahagiaan bagi Changmin. Menghabiskan delapan bulan bersama ternyata belum cukup untuk mengenal keseluruhan kehidupan Juyeon. Entah ia dikejutkan dengan sifat manja ata dengan sifat kekanakan yang suaminya itu tunjukkan, intinya selalu saja ada hal yang ia kenali dari seorang Juyeon. Ayah si kembar.

Untuk soal si kembar, mereka baru berusia tiga bulan. Mereka kini sudah resmi menjadi orang tua.

Changmin mengingat kembali bagaimana rasa sakit dari perut dan pinggangnya. Setelah melewati waktu 9 bulan akhirnya si kembar menyapa dunia.

Pagi itu Changmin bangun dengan nyeri di bagian pinggang belakangnya, lalu seperti ada yang mengetuk-ngetuk perut dalamnya. Jika diingat itu sudah waktunya untuk melahirkan kedua bayi serigalanya. Begitu membuka mata tak ada Juyeon di sampingnya, entah kemana suaminya itu pergi.

"Juu...yeonhh..."

Ia merintih menahan sakit, memanggil suaminya dengan sisa-sisa tenaganya. Sesungguhnya di mana keberadaan Juyeon di saat ia membutuhkannya. Karena seluruh badannya tak bisa digerakkan. Ia tak punya tenaga karena sudah diserap habis oleh si kembar.

Changmin melirik ke arah meja yang ada di dekat ranjang, terdapat satu gelas bekas minumnya semalam. Ia mengangkat tangan kanannya, mencoba menggapai gelas yang jaraknya tak jauh, tapi kenapa tangannya tak segera sampai.

"Juuhh..."

Ia meringis sekali lagi merasakan perutnya seperti diremas, ditinju, ditendang.

Pyaarrr

Ia akhirnya bernapas lega setelah menjatuhkan gelas. Dan tak berapa lama kemudian Juyeon datang. Wajahnya terlihat panik dengan disusul Mama di belakang.

"Changmin... kenapa?"

"Rumah sakit."

Kedua mata Juyeon sukses membulat, kepalanya masih kosong hingga Mama menepuk punggungnya. Berkata bahwa sudah saatnya si kembar keluar. Juyeon segera mengangkat badan Changmin, dan membawanya ke mobil.

Setelah memasuki ruang operasi, Changmin tak ingat apapun. Saat bangun ia sudah berada di kamar inap lengkap dengan kedua bayinya berada di box bayi.

Wajah lega Juyeon menyapanya, bahkan berkali-kali memberinya kecupan di wajah. Tak henti-hentinya bergumam, berterima kasih padanya. Karena sudah berjuang selama ini, berjuang melahirkan si kembar walaupun lewat operasi, berjuang untuk tetap bertahan. Karena memang dirinya sangat lemah. Perut bagian bawahnya sangat ngilu, ah bekas jahitan.

Maka saat malam tiba ia kesulitan untuk tidur, meminta Juyeon memeluknya seperti biasa. Mereka sudah biasa berbagi ranjang rumah sakit.

"Changmin... anakku udah bangun."

Seru Juyeon dari balik kamar, sementara ia sedang berada di dapur menyiapkan susu untuk si kembar. Setiap dua jam sekali bayi kembarnya akan bangun, seperti suruhan untuk memberi mereka makan. Untung saja Juyeon mengurangi jam kerjanya, jadi bisa membantunya lebih banyak.

Selesai membuat susu Changmin kembali ke kamar. Ini sudah lebih dari jam 10 malam, terakhis si kembar menyusu jam 8. Jika telat sedikit mereka sendiri yang akan bangun. Jika tak ada yang menjaga mereka akan menangis, tapi tidak dengan sekarang karena ada Ayahnya.

Si kembar bermain-main dengan jari besar Ayah mereka. Perbedaan jari mereka benar-benar menggemaskan, padahal perbedaan dengan jarinya saja sudah sejauh itu, apalagi dengan anak-anak mereka yang masih bayi.

"Utututu... lihat siapa yang dateng...? Ini Daddy bawa susu buat bayi serigala kesayangan Ayah..."

Changmin tertawa pelan mendengar Juyeon melembutkan suaranya, nada suaranya terdengar ceria yang diikuti dengan celoteh si kembar.

Romantica | jukyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang