Setelah mengetahui kehamilan Dinda. Maya memberikan ultimatum pada anak dan menantunya itu untuk tinggal kembali di rumah utama bersama anggota keluarga yang lain. bahkan Maya tak segan-segan berargument panjang dengan kedua besannya yaitu Serak dan Tania untuk tetap memaksa Dinda tingga bersamanya.
Melihat begaimana bersih kerasnya sang mertua membuat Dinda tersenyum senang dan menganggukan kepala, mengiyakan titah Maya itu. meskipun sebenarnya keputusnya itu sedikit mengecewakan kedua ibunya yang juga ingin menjaga Dinda selama hamil, namun mereka akhir tetap mengalah juga.
Disinilah Dinda saat ini, membaringkan diri di kusi panjang di samping Oma Niken yang tengah merajut dengan di temani segelas jug Alpukat. Meskipun tengah berleha-leha semua orang yang melihat dapat dengan jelas tahu jika wajah wanita hamil itu tengah di tekuk masam.
" oma aku bosan " keluh Dinda untuk yang kesekian kalinya, ya setelah kehamilahnya ini Dinda sama sekali tak diperbolehkan melakukan apapun. Mulai dari bekerja di butik bahkan hingga menginjakkan kakinya di dapur saja ia dilarang keras oleh sang mertua
Oma Niken tersenyum geli melihat cucu menantunya itu mencebikkan bibirnya. Selama hamil, Dinda memang sering menunjukkan ekspresi lain yang selama ini tak pernah orang lain ketahui. Contohnya hobi merajuk serta maja yang kelewat batas dengan siapapun bahkan dengan Rendy ayah Cherinpun ia kadang bersikap amat manja. Padahal selama ini Dinda terkenal cukup canggung jika berurusan dengan pria itu.
" kau mau mendengar mertuamu itu mengomel lagi ? Oma pusing jika waniata itu sudah membuka mulutnya " ucap Oma Niken sembari tetap melakukan kegiatan merajutnya
" tapi aku bosan oma, mama dan tante Sisil sama sekali tak mengijinkan ku melakukan apapun. Aku tak betah jika hanya duduk dan berbaring. Lihat badan ku sudah semakin gempal karena terus di paksa menghabisakan makan-makan enak itu "
Adel yang tak sengaja lewat mencebik kala mendengar apa yang wanita hamil itu katakan. Bukannya tanpa dipaksa juga wanita hamil itu akan melahap semuanya. Dasar wanita hamil rakus, batin Adel
" Adel ! Edo ! kalian mau kemana ?! " teriak Dinda Girang kala melihat adik sepupunya itu
" aku tak akan mengajak mu " belum apa-apa Adel sudah mengatakan penolakan. Wajah Dinda yang tadinya sumringah berubah menjadi mendung hingga beberapa detik kemudia suara tangis yang cukup mengganggu mengusik telinga Maya.
" Huaaa !!! Oma lihat semua jahat pada ku !! aku mau Gilang sekarang !! " ucap Dinda sembari menangis seperti anak kecil kehilangan dotnya
" aduh... aduh Kak, jangan nangis dong. Nanti aku yang bakal kena " Adel bingung setengah mati mencoba menghentika tangis istri kakak sepupunya yang tengah hamil itu. Adel benar-benar takut dengan semua pawang dari wanita hamil itu.
Baru saja menutup mulutnya, Adel di buat bungkam ketakutan kala melihat kehadiran Maya diikuti Sisil
" ada apa ini ? " Maya penasaran melihat menantunya tengah menangis sesenggukan. Bukan hal yang baru lagi di rumah ini melihat tingkah aneh Dinda selama hamil. Moodnya itu benar-benar bukan main.
" bukan aku Ma, suer !! " elak Adel seraya mengangkat kedua jarinya tanda peace
" Adel yang menganggu kak Dinda. Tau sendiri jika mood ibu hamil itu seperti roler koster, masih saja diganggu " Edo tampaknya hobi melihat Adel berjam-jam mendapat siraman rohani dari sang mama
" mama aku mau bertemu Gilang " ucap Dinda setelah menghentikan tangisnya. Wanita hamil itu sudah berjalan mendekati ibu mertuanya sembari melayangkan tatapan andalanannya, pupy eyes.
KAMU SEDANG MEMBACA
DINDA
FanficIni hanyalah sebuah kisah klasik dimana Cleodinda Sekar Ayu, si cewek seksi yang selalu ceria mencintai seorang pria dingin dan cuek bernama Gilang Arka Permana yang notabene adalah pria paling mempesona di seantero sekolah. namun apa mau dikata ket...
