Hari sudah menjelang sore, Dinda yang baru saja selesai melakukan pekerjaannya di butik memutuskan untuk segera pulang. Setelah menghubungi sang suami yang mengatakan akan pulang sedikit terlambat, ia memutuskan untuk mamoir sebentar atau bahkan menunggu hingga sang suami pulang di rumah mertuanya.
Dinda sampai saat ini masih berada di dalam misi merebut hati sang ibu mertua. Meskipun sudah hampir mengijak bulan keenam pernikahan dengan Gilang, ibu mertuanya itu masih sering bersikap canggung terhadapnya. kadang Dinda benar-benar iri jika mengingat kedekatan ibu mertuanya itu dengan Senja. dirinya benar-benar menginginkan hubungan yang hangat dan dekat seperti itu.
Memutuskan untuk mengunjungi kediaman sang Mertua, Dinda lebih dahulu mampir kesalah satu toko roti untuk membelikan beberapa makan manis untuk anggota keluarga di rumah itu, terlebih lagi untuk Cherin dan Adel yang amat mengidolakan makanan manis.
" kau datang ? " tanya oma niken saat melihat kedatangan Dinda. Dinda hanya tersenyum menanggapi pertanyaan sang oma sebelum akhirnya memeluk hangat tubuh wanita itu sembari mengecup pipi yang berubah keriput itu.
" dimana yang lain Oma ? " tanya Dinda sembari meletakan tasnya di atas meja
" maya dan sisil sedang menyiapkan makan malam. Adel sedang menemani Cherin bermain sedangkan Edo, kau tahu sendiri jika anak muda itu pastilah tidak betah berada di rumah " Oma Niken geleng-geleng kepala jika mengingat tingkah anak bungsu dari Maya dan Alex itu.
" kalau begitu aku akan kedapur membantu mama dan tante sisil " ucap Dinda tersenyum manis
Oma Niken ikut tersenyum seraya mengepalkan tangannya keatas menyemangati cucu menantunya itu untuk mengambil hati ibu mertuanya yang hingga kini tak luluh-luluh.
" biar aku bantu ma " ucap Dinda segera mengambil alih pekerjaan sang ibu mertua kala memasuki dapur dan meletakkan kue yang tadi di belinya. Sisil yang melihat kegigihan Dinda hanya mempu tersenyum senang sekaligus geli melihat tingkah tsunder kakak nya itu
Maya tak langsung menjawab, wanita itu hanya bergumam sembari menyerahkan sayur-sayuran yang tadinya akan ia bersihkan kepada sang menantu.
" apa yang akan kita buat untuk makan malam ma ? " tanya Dinda setelah selesai mencuci semua bahan masakan dan kembali mendekati Maya yang tengah sibuk membuat bumbu
" apa Gilang akan makan malam disini ? " bukannya menjawab pertanyaan Dinda, Maya malah kembali mengajukan pertanyaan
" iya, setelah pulang kantor ia akan langsung kemari " jawab Dinda
" hmm.... kita buat kare untuk makan malam " ucap Maya setelah mengetahui jika anak sulung nya itu akan makan malam dirumah, Maya memutuskan untuk membuat makanan kesukaan anaknya itu
" Dinda, kau bisa membuatnya kan ? " tanya Sisil. Dinda tersenyum sembari emnganggukan kepalanya. Tidak mungkin Dinda tak bisa memasak makan favorit suaminya itu. lagipula sejak awal Dinda memang sudah jago dalam hal memasak.
Mereka semua sibuk menyiapkan makan malam, hingga akhirnya Dinda yang tengah mengaduk kare merasakan perasaan tak mengenakan pada badannya secara tiba-tiba.
Entah mengapa melihat kuah kare yang tengah dibuatnya itu Dinda merasa mual, padahal selama ini ia biasa saja dengan makanan itu.
Tak ingin membuat ibu mertuanya tak suka, Dinda mati-matian menahan rasa mual yang menderanya dan tetap berusaha menyelesaikan masakannya. Namun ia tak bisa lagi menahannya hingga akhirnya ia memutusakn berlari kerah kamar mandi yang ada di dekat dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
DINDA
FanfictionIni hanyalah sebuah kisah klasik dimana Cleodinda Sekar Ayu, si cewek seksi yang selalu ceria mencintai seorang pria dingin dan cuek bernama Gilang Arka Permana yang notabene adalah pria paling mempesona di seantero sekolah. namun apa mau dikata ket...
