19.

14.3K 821 4
                                        

•••
🦋Sudah Direvisi📝

*****

"Bara kita mau kemana sih." Tanya Reytina untuk kesekian kalinya.

Ia sangat kesal karena cowok disampingnya ini tidak menjawab setiap pertanyaannya yang ia lontarkan sedari tadi.

"Udah diem aja." Jawab Albara.

Reytina yang sudah lelah berdebat dengan cowok yang sedang duduk dikursi pengemudi hanya diam dan memandang setiap jalan yang mereka lewati.

"Lo gak macem-macem kan?" Selidik Reytina. Ia takut cowok disampingnya ini akan macam-macam padanya.

"Lo gak percaya sama gue?" Tanya Albara balik.

Reytina diam setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Bara, ia percaya bahwa cowok disampingnya ini tidak akan macam-macam dengannya.

Bara memarkirkan mobilnya setelah sampai ditempat tujuannya. Ia turun terlebih dahulu lalu memutari mobilnya dan membuka pintu sebelah mobilnya.

Reytina yang dibukakan pintu pun akhirnya keluar dari mobil Bara. Melihat itu Bara menutup kembali pintu mobilnya lalu tidak lupa ia menekan tombol kunci.

Bara menggenggam tangan Reytina dan mengajaknya untuk masuk kedalam. Reytina memegang dadanya setelah merasa tangannya yang digenggam oleh Bara, jantungnya kini berdetak dua kali lipat dari biasanya. Entah mengapa ia tidak bisa menolak perlakuan Bara kepadanya.

Reytina menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran-pikiran yang tidak ia inginkan muncul dikepalanya.

"Gue gak boleh baper." Ucapnya dalam hati.

"Gue gak mau sakit hati untuk yang kedua kalinya karena cinta." Lanjutnya dalam hati.

Mata Reytina berbinar melihat tempat didepannya. Danau yang sangat indah dan jernih dengan dipinggirannya dihiasi dengan banyak tumbuhan yang sangat cantik. Ia melepas genggaman Bara ditangannya, lalu melangkahkan kakinya untuk memetik salah satu bunga yang ada disana.

Bara hanya diam melihat apa yang dilakukan gadis didepannya. Ia memilih duduk dibangku kayu yang memang ada disana. Walaupun malam, tempat ini tetap terlihat sangat indah dengan lampu-lampu yang tergantung disetiap pohon dan lampu yang mengitari sekitaran danau. Bara memang mendekorasi tempat ini, agar jika ia kesini dimalam hari ia tetap dapat menikmati indahnya tempat yang didepannya ini.

Bara memejamkan matanya sambil menikmati angin malam yang menerpa wajahnya, kepalanya sedikit pusing akibat pengaruh minuman alkohol yang ia minum tadi.

"Makasih." Bisik Reytina tepat telinga Bara. Ia kini sudah ikut duduk disamping Bara.

Bara yang mendengar itu langsung membuka matanya, tatapan mereka bertemu. Seolah ada benang yang menghubungkan tatapan mereka berdua dan mereka tidak ingin mengalihkan tatapan satu sama lain.

Beberapa menit berlalu, Bara yang kini sudah tersadar pun segera mengalihkan tatapannya, ia merasakan hal yang belum pernah ia rasakan selama ini. Entah perasaan apa itu ia tidak tahu.

"Makasi udah bawa gue kesini." Lanjut Reytina untuk mencairkan suasana yang tiba-tiba menjadi canggung.

"Hm." Gumam Albara menjawab ucapan gadis yang duduk disampingnya.

"Sejak kapan lo tau tempat ini?" Tanya Reytina penasaran. Selama bertahun-tahun tinggal di Jakarta ia tidak pernah tahu jika ada tempat yang seindah ini.

"Dari kecil." Jawab Albara sambil menatap air danau didepannya. Terlihat seekor ikan yang memperlihatkan tubuhnya dengan loncat dari air dan kembali ke air.

ALBARA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang