Happy Reading😊
_____________________________
Fany memberhentikan langkahnya saat sudah sampai didepan kelas XI MIPA 2. Matanya terus menyusuri setiap wajah siswa-siswi yang tengah melakukan kegiatan kebersihan disana. Ia sedikit kesusahan mencari keberadaan Reytina akibat jumlah siswa didalam kelas yang cukup padat.
Hingga matanya berbinar saat berhasil menangkap keberadaan kakak kelas yang sangat ia kenali. "Kak Amanda." Teriak Fany agar suaranya dapat terdengar karena keadaan kelas yang sangat bising.
Kegiatan yang kini tengah berlangsung didalam kelas tiba-tiba saja terhenti saat mendengarkan teriakan seseorang dari ambang pintu kelas mereka.
Fany menggaruk pelan kepalanya sambil tersenyum canggung saat melihat seluruh mata kini tertuju padanya. Ia meruntuki dirinya karena telah berani berteriak dikelas orang, apalagi itu adalah kelas kakak tingkatnya.
Amanda yang tengah menyapu dipojok kelas mengalihkan pandangannya saat merasa namanya dipanggil oleh seseorang. Ia menempatkan kembali sapu yang ada digenggamannya pada kotak kebersihan yang berada dipojok kelas—melangkahkan kakinya menghampiri seseorang yang memanggil namanya.
"Loh Fany? Lo ngapain disini? Bukannya kita gak ada jadwal latihan ya hari ini?" Tanya Amanda selaku wakil ketua dari ekstrakulikuler cherrleaders, dan Fany yang merupakan salah satu anggota didalam ekstrakulikuler tersebut.
"Hmm aku kesini cuma mau nyari keberadaan Kak Reytina. Kak Reytinanya ada kan?"
Amanda menganggukan kepalanya. "Rey, lo dicariin Fany nih." Teriak Amanda yang langsung mendapatkan tatapan sinis dari para teman-temannya—yang merasa sangat terganggu dengan suara milik Amanda yang sangat menggelegar.
"Kedua telinga gue masih berfungsi, jadi lo gak perlu teriak-teriak kayak gitu lagi." Ucap Reytina saat dirinya kini sudah berdiri tepat disebelah Amanda.
"Kak Reytina, aku disini karena disuruh Pak Herman manggil kakak. Kalau bisa, kakak disuruh ke ruang BK sekarang juga." Ucap Fany menyampaikan tujuannya datang kemari.
Reytina yang mendengar itupun segera menganggukan kepalanya. "Kakak akan temui Pak Herman sekarang, dan kamu boleh kembali ke kelas."
Melihat Fany yang sudah beranjak pergi dari hadapannya, Reytina pun segera berjalan berbalik arah—kembali menuju bangkunya untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.
"Ada masalah?" Tanya Qanza yang sedari tadi hanya mendengar interaksi sahabatnya dengan Fany. Karena setaunya jika Pak Herman sudah memanggil Reytina, maka itu artinya ada urusan ataupun masalah penting yang harus diselesaikan oleh sahabatnya itu.
Reytina menggelengkan kepalanya pertanda dirinya juga tidak mengetahui apa tujuan Pak Herman memanggilnya. "Gue mau langsung kesana aja buat mastiin." Pamit Reytina pada kedua sahabatnya.
"Mau kita anterin?" Tawar Amanda.
Reytina menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "Gak usah, kalian disini aja.
Takutnya nanti ada guru yang ngecek kelas kita."
"Nanti kalo ada apa-apa hubungin kita." Ucap Qanza yang lantas diberikan ancungan dua jempol oleh Reytina.
"Bye Rey, hati-hati. Ntar kalo ada cowok cakep lewat jangan lupa kasiin nomer ponsel gue—," Ucapan Amanda terhenti akibat mulutnya yang didekap oleh Qanza, sahabatnya itu juga menarik tubuhnya ke pojokan kelas dan kembali menyerahkan sapu kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALBARA [ON GOING]
Teen Fiction[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] Apa yang kalian pikirkan jika Ketua dari sebuah geng besar berpacaran dengan seorang gadis cantik ketua osis di SMA-nya? Memiliki sifat yang berbanding terbalik diantara keduanya. Dia Albara Anggara Pratama, The Leader da...
![ALBARA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/245850608-64-k486796.jpg)