IX. Aturan Arti Cinta

372 46 12
                                    

Minggu, 23 Maret

Di hari Minggu adalah waktu yang tenang bagi anak sekolah untuk masih bisa bermain-main sebelum esok hari kembali bersekolah.

Lidyo pun demikian, ia hanya bermalas-malasan sambil menonton TV. Ia pun kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi kakak kelas tercinta yang baru seminggu ini menjadi pacarnya.

Setelah berpikir sejenak, ia pun memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke rumah pacarnya itu. Lebih baik jika bertemu kan dibanding cuma lewat tulisan chat? Ya meskipun ia tidak punya rencana untuk mengajak ke luar atau di rumah saja.

15 menit kemudian ia sudah berada di depan rumah pacarnya itu, maklum saja cowok tidak perlu waktu yang berlama-lama untuk bersiap. Lidyo pun kemudian 3 kali mengetuk pintu sambil menunggu pintu tersebut di buka.

"Eh si Om." sapa Frieska. Ia adalah adik dari pacar Lidyo, Melody.

"Jangan panggil gue..... ah lupakan deh." ucap Lidyo yang sudah malas mengingatkan Frieska. "Melody ada di rumah?"

"Aduh, lo telat. Baru aja dia dijemput pacarnya."

"Loh, kan gue pacarnya."

"Kayaknya lo cuma selingkuhan deh om."

"HEH!!" ucap suara gaib dari belakang Frieska

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"HEH!!" ucap suara gaib dari belakang Frieska. "Kamu tuh ya kalo ngomong suka ngawur deh!"

"Hehehe cuma bercanda doang kaliii, gue kan mau ngerjain si Om." kilah Frieska.

"Lidsky, kamu jangan pernah dengerin dia ya. Dia mah suka gituuu." ucap Melody yang tidak bisa menyembunyikan logat khas Sunda miliknya.

"Eeh i iya." ucap Lidya yang sedikit tergagap.

"Kamu ngapain kok tiba-tiba kesini? Pantes aku tungguin kok chat aku dari tadi ga dibales." ucap Melody.

"Hmmm aku mau ngajak kamu keluar. Tapi kalo kamu ga mau, kita ngobrol-ngobrol di sini aja aku udah seneng kok."

"Ya mau lah aku diajak jalan sama pacar sendiri!" seru Melody. "Kalo gitu aku ganti baju dulu ya."

Melody pun bergegas dengan riang dan sambil sedikit berlari menuju ke kamarnya. Frieska dan Lidyo yang melihat hal ini hanya bisa bergeleng-geleng melihat Melody bertingkah layaknya anak kecil yang dijanjikan akan diajak jalan-jalan.

"Mending lo duduk dulu deh, butuh sejam buat Baim dandan." Frieska pun mempersilahkan Lidyo untuk masuk.

"Eh iya deh."

Frieska dan Lidyo pun kini sudah nyaman duduk di ruang tamu, Frieska pun juga sudah mengambilkan minuman untuk Lidyo.

"Perasaan semalem lo udah ngajak Baim jalan kan?"

"Semalem gue ngajak dia ke kafe doang, mau ngelihat temen yang mau perform." jelas Lidyo. "Lagipula selagi ada waktu, gue pengen bisa ngehabisin waktu gue bareng dia."

Cinta RemajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang