XLIV. Jejak Awan Pesawat

110 20 17
                                    

Minggu, 29 Juni

(catatan author: part ini secara timeline berjalan beriringan dengan part sebelum ini)

"Nah lo udah keren Vin, lo pasti siap hari ini!" batin Vino menyemangati dirinya sendiri saat ia bercermin di dalam kamarnya.

Hari ini Vino berencana untuk menyatakan cintanya kepada Shani. Ya walaupun sebenarnya mereka sudah saling mengetahui perasaan satu sama lain dan sudah dekat selama 3 bulan ini, tapi mereka belum resmi menjadi pasangan kekasih.

"Shan, kita kan udah lama kenal dan kamu tau kan aku sayang banget sama kamu. Jadi mau gak kamu jadi pacar aku?"

"Jelek, jelek banget!" gerutu Vino. "Shan kamu cantik, aku ganteng. Pacaran yuk."

"Pede banget lu Vinoooo!!!!"

"Satu titik dua koma, kamu cantik aku yang punya."

"Aaaapaaann sih anjiirrrr Vinoooo!"

Berkali-kali Vino berlatih di depan cermin bagaimana cara ia menyatakan cinta dan kata-kata apa yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya, namun sejak semalam ia belum kunjung menemukannya. Ia mengalami rasa grogi yang luar biasa, padahal sih apapun yang ia lakukan pasti akan diterima oleh Shani yang ia tahu juga sayang kepadanya.

*flashback malam sebelumnya*

"Hey, kalian itu sebenernya udah pacaran apa belum sih?" tanya Vino secara tiba-tiba kepada Rachel dan Nadila.

"Eh hmm gimana ya." Nadila nampak kebingungan menjawab pertanyaan itu. "Gimana Hel?"

"Emang perlu ya diresmiin?" Rachel justru balik bertanya.

"Yeeee si anjir." ucap Vino.

"Lagian sok-sokan tanya, emang lu sendiri gimana?!" sindir Lidyo.

"Justru itu, gue lagi tanya ini sama kalian! Enaknya gue sama Shani gimana ya?" tanya Vino.

"Kalian yang ngejalanin, kok kita yang ditanyain." jawab Rachel.

"Bener tuh kata Rachel, yang tau jawabannya cuma kamu sama Shani aja." tambah Nadila.

"Ya abisnya, gue sendiri juga bingung. Gue sama Shani kan udah hampir 3 bulan deket banget, emang masih perlu ya nembak segala?"

"Ya tergantung." ucap Lidyo. "Ada yang gak perlu nembak tapi udah pacaran, ada yang pengen tetep ditembak biar ada tanggal anniv-nya."

"Kalo gue sih gak perlu, iya kan Nad?"

"Iya." ucap Nadila singkat menjawab pertanyaan Rachel.

"Kalo gue sih kan lo tau sendiri Melody yang justru ngajakin jadian duluan, jadi ya emang tergantung pasangan lo sih." ucap Lidyo.

"Iya sih." ucap Vino pelan.

"Lagian lu kenapa tanya-tanya dah, emang dia kode ke lu?" tanya Lidyo.

"Gak juga sih. Tapi waktu gue makan bareng dia sama temen-temennya, yang gue gak sengaja ketemu Nadila sama Yupi itu...."

"Bahas terus, bahas aja terus." sindir Nadila.

"Hahahaha." Vino tertawa. "Waktu itu ngobrol-ngobrol bareng gitu kan. Nah mereka itu sering banget ngeledekin gitu, nanya-nanya sebenernya gue sama Shani udah pacaran apa belum. Itu kode gak sih menurut kalian?"

"Ya mana gue tau." ucap Lidyo.

"Yang ngeledekin lo kayak gitu siapa?" tanya Rachel.

"Temen deket dia yang namanya Gracia sama Anin." jawab Vino.

Cinta RemajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang