XXVI. Hubungan Kau dan Aku

189 32 3
                                    

Minggu, 18 Mei

"Oh eh hai. Maaf." ucap Rachel saat ia hampir saja bertabrakan dengan Nadila di sekitaran Jalan Malioboro Jogja ini.

"Eh iya." sahut Nadila yang terlihat gugup.

Tanpa berlama-lama, Rachel pergi begitu saja meninggalkan Nadila, menyusul ke arah Vino dan Lidyo yang berada di depannya.

Nadila dan Rachel terlihat canggung semenjak kejadian kemarin sore di Pantai. Tadi pagi saat sarapan di penginapan, bahkan mereka jauh lebih parah dibandingkan saat ini. Sangat bisa dimaklumi karena kejadian di Pantai sore itu sangat mengejutkan keduanya.

"Cieeee, ngelihatin yang mana nih?" sindir Natalia saat memergoki Nadila sedang menatap ke arah Rachel, Vino, dan Lidyo yang nampak berbelanja tak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri.

"Ih, apaan sih Nat." ucap Nadila malu-malu.

"Idih pakai malu-malu segala!" Natalia memutar-mutarkan jari telunjuknya ke arah muka Nadila, mengejeknya. "Semalem siapa coba yang jam 1 malem masih melek karna mikirin Rachel?"

Ya, semalam Nadila memang memikirkan ciuman yang diberikan Rachel saat di pantai hingga ia tidak bisa tidur sampai tengah malam. Natalia memergoki Nadila saat ia tak sengaja terbangun tengah malam, karena memang mereka berdua tidur sekamar selama di Jogja ini.

Meskipun Nadila belum menyukai Rachel, tapi bagaimanapun juga ciuman itu membekas jelas di ingatannya dan mungkin masuk hingga ke dalam hatinya. Kejadian itu membuat Nadila jadi memikirkan hubungan antara ia dan Rachel.

Nadila dan Natalia pun kemudian berjalan menuju salah satu bangku yang ada di Jalan Malioboro ini. Mereka sudah cukup lelah untuk berbelanja sore ini, karena seharian ini rombongan sudah berjalan-jalan di berbagai tempat wisata di Jogja. Lagipula barang belanjaan mereka sudah cukup banyak.

"Ya gimana ya Nat, aku kan cewek. Pasti kepikiran dong soal yang begini. Apalagi itu pertama kalinya ada yang bilang suka ke aku dan juga itu ciuman pertama aku." ucap Nadila.

"Iya kok, aku ngerti." Natalia mengangguk paham.

"Semalem aku mikir, kenapa bisa aku sampe gak nyadar kalo Rachel suka sama aku. Padahal kalo diperhatiin dengan bener, udah kelihatan jelas kalo mereka bertiga ini udah kode mulu kalo Rachel suka sama aku. Bodoh banget aku."

"Ya kamu gak bisa nyalahin diri kamu sendiri juga sih, soal yang begini emang jadi salah satu misteri terbesar hidup."

"Bodohnya dan yang aku sesalin, kenapa aku malah jatuh cinta sama Vino karna salah sangka? Kayak..... gimana ya, aku sendiri sampe gak bisa berkomentar."

"Kamu suka Vino BUKAN karena dia sering ngajak ngobrol kamu, tapi kamu suka Vino karna pribadinya kan? Kamu sendiri yang cerita ke aku kalo kamu kagum sama dia karena Vino punya wibawa dan pemikiran yang kamu suka."

"Iya sih."

"Jadi kamu gak usah salahin diri kamu karena sesuatu yang sudah terlanjur. Mending sekarang kamu mikirin gimana ke depannya, apa kamu mau coba sama Rachel apa enggak."

"Hmmm gimana ya Nat. Aku gak yakin bisa jatuh cinta sama 2 orang dalam waktu dekat."

"Kalo memang kamu belum bisa pakai perasaan, setidaknya pakai penasaran dulu. Sekarang aku mau tanya ke kamu, gimana pendapat kamu soal Rachel?"

"Hmmm aku suka sih kumpul bareng dia. Ya walaupun dia itu receh banget apa-apa diketawain, justru itu yang aku suka dari dia. Dia bisa bikin aku ketawa, susah loh bikin aku ketawa. Aku juga suka ngobrol bareng dia, ya walaupun pemikirannya masih jauh kalo dibandingin sama Vino sih."

Cinta RemajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang