XXXV. Musim Panas Sounds Good

177 25 8
                                    

Sabtu, 14 Juni

Raut muka Shani nampak panik, ia terlihat sangat tegang sekali.

"Kak ini gapapa kan?" tanya Shani khawatir.

"Emang ini kamu baru pertama kali?" tanya Vino yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Shani. "Kamu percaya sama aku kan?"

"Tapi ini ga ada pengamannya kak."

"Ya justru kalo ga ada pengaman tambah seru!"

"Tapi kak...."

"Percaya aja kamu bakal aku lindungin terus."

"Iya kak."

"Kalo gitu kita mulai ya, kalo kamu takut pegang terus tangan aku."

"....." Shani mengangguk dan memegang erat tangan Vino.

"Oke aku mulai ya, aku bakal pelan-pelan dulu. Oke sia....."

Namun sebelum Vino menyelesaikan kalimatnya, mereka berdua sudah ditabrak dari sisi kiri oleh Lidyo dan Melody.

"Lo mau main apa mau modus doang?" ledek Lidyo. Melody yang duduk di sampingnya juga ikut cekikikan.

"Yeeee sabar dong, Shani kan belum pernah main ginian!" protes Vino. "Biar gue jel..."

BRUUUAAAAK!

Lagi-lagi sebelum Vino menyelesaikan kalimatnya, mereka berdua ditabrak duluan. Kali ini dari sisi kanan oleh Rachel dan Nadila.

Vino menatap kesal kepada kedua temannya tersebut yang lagi-lagi hanya tertawa puas. Namun belum berhenti kekesalannya, sudah ada Natalia dan Rona yang siap menyerang dari depan. Meski kali ini Vino sudah mengantisipasi, tapi ia tidak bisa mengelak karena ia terhimpit di sisi kiri oleh Lidyo dan Melody serta di sisi kanan oleh Rachel dan Nadila, sedangkan ia tidak bisa mundur karena di belakang adalah tembok.

BRUUUAAKK!

Untuk ketiga kalinya, Vino dan Shani ditabrak. Namun tadi sebelum mereka ditabrak dari depan oleh Natalia dan Rona, Vino lebih dahulu memeluk Shani dengan tujuan agar gebetannya itu tidak celaka. Ya padahal mah itu hanya modusnya saja agar bisa memeluk Shani.

"Kamu gapapa Shan?" tanya Vino kepada Shani sementara yang lainnya tertawa puas.

"Yeeee bisa aja Bambang modusnya!" ledek Lidyo.

"Nad, kamu gapapa kan? Ga ada yang luka kan? Sini-sini aku peluk biar kamu aman." ucap Rachel kepada Nadila, dengan maksud meledek betapa lebaynya Vino.

"Gila gue di-bully temen sendiri." Vino kemudian bersiap untuk membalas. "Shani, kamu pegangan ya."

Vino kemudian memajukan kendaraan yang ia kendarai dan mengejar teman-temannya untuk membalas dendam.

Mereka berdelapan kini sedang ada di wahana Bumper Car atau ada juga yang menyebutnya Bom-bom Car, wahana yang memungkinkan untuk saling menabrakkan kendaraan tanpa terlalu khawatir bakal celaka.

Meski awalnya agak takut karena ini pengalaman pertamanya, namun akhirnya Shani menikmati permainan ini dan bahkan ikut mengarahkan kemana Vino harus mengarahkan kendaraannya. Saling kejar mengejar dan tabrakan tidak bisa dihindari, dan memang itulah yang dicari dari permainan ini.

"Wuuuaaaaaaa serrruuuuu." teriak Rachel sambil melompat-lompat setelah selesai bermain. "Ayook main yang lain!!"

"Lo kebanyakan gula apa gimana sih Hel?" tanya Vino keheranan.

"Kan gue emang manis dari lahir kayak gula Jawa." ucap Rachel dengan pedenya.

"Hel hel, gak malu apa lo dilihatin Nadila lagi kayak gini?" ucap Lidyo.

Cinta RemajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang