XVII. Persentase Meteor

229 36 12
                                    

Kamis, 17 April

"Oi, ngapain lu? Masih pagi juga, udah bengong aja nih." ucap Vino yang melihat Rachel di area ruang loker.

"Nih ada yang ngirim surat ke gue." Rachel memberikan surat yang dimasukkan ke dalam lokernya. "Kemaren waktu pulang sekolah gak ada apa-apa. Berarti pagi ini ada yang masukin surat ini di dalem loker gue."

Vino membaca surat yang diserahkan Rachel itu.

"Apa kamu memimpikan ku ketika kamu tidur? Apa kamu mengenangku ketika kamu terbangun di siang hari? Karena aku selalu begitu, kamu selalu ada di pikiranku." gumam Vino. "Romantis dan puitis banget."

"Iya kan? Gue juga ngerasanya begitu."

"Terus siapa kira-kira yang kirim?"

"Dari kertasnya sih kayak yang ngirimin gue kado minggu lalu gak sih?"

"Sepertinya begitu." Vino kembali membaca barisan kata-kata itu. "Lu masih mikir ini yang bikin Nadila?"

Rachel hanya menggeleng, karna sejujurnya ia pun tidak begitu yakin. Keduanya pun kemudian hanya terdiam hingga mereka tersadar jika Nadila juga memasuki ruang loker.

"Eh Nad, baru dateng?" sapa Vino.

"Iya nih, mau ambil buku catatan aku." jawab Nadila.

"Oh."

"Kalian berdua ngapain bengong di sini? Terus itu kertas apaan?"

"Eh?!" Vino langsung menyembunyikan kertas yang dipegangnya itu. "Oh ini daftar titipan buku, aku mau ke toko buku soalnya."

"Vino suka baca buku? Sama dong, aku hobi banget baca buku."

"Beneran? Aku punya banyak koleksi buku di rumah. Kapan-kapan kita hunting buku bareng yuk." ucap Vino antusias. "Rachel sama Lidyo kurang asik kalo diajakin cari buku."

"Boleh deh." ucap Nadila sambil tersenyum. "Aku balik ke kelas duluan ya."

Nadila pun berlalu dan meninggalkan ruang loker.

"Tadi lo ngapain?" ucap Rachel dengan sedikit ketus.

"Ngapain gimana?" tanya Vino tak mengerti.

"Itu tadi, kenapa lo ngajakin Nadila nge-date?"

"Siapa sih yang ngajakin nge-date?" Vino tambah bingung sebelum akhirnya ia sadar. "Astaga, tadi gue kan cuma ngeles doang soal kertas eh terus dia malah nanggepin, ya udah lah sekalian aja. Cuma ngajakin nyari buku bareng kali, bukan nge-date."

"Lo pernah nonton film Ada Apa Dengan Cinta kan? Itu Rangga sama Cinta cari buku berdua kayak nge-date."

"Iya gue tau lo cemburu, tapi gue sadar sama temen kok. Gue janji gak bakalan berdua doang deh."

"......"

"Astaga, ayolah Hel jangan marah ke gue, gak ada maksud sama sekali sumpah. Nanti kalo dia beneran ngajakin, gue kabarin deh. Siapa tau jadi kesempatan lo sekalian buat ngedeketin dia, cari tau kesukaan dia."

"......." Rachel masih terdiam dan nampak sedikit kesal.

"Hel, gue temen lo dari orok, gak mungkin gue nyakitin temen sendiri. Lagian lo tau gue demennya sama siapa kan?"

"Iya deh iya." Rachel pasrah. "Tapi awas aja kalo lo ngajakin dia cari buku berdua doang!"

"Santai lah, gue justru bakal bantu lo buat dapetin dia." Vino menampakkan senyumnya. "Yaudah masuk ke kelas aja yok daripada lo tambah aneh-aneh."

Cinta RemajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang