Kamis, 19 Juni
Rachel bangkit dari tempat tidur dan turun dari kamarnya di lantai 2 rumahnya untuk membuka pintu rumah setelah mendengar suara bel yang berbunyi.
"Oh kirain siapa, ternyata Upin Ipin." komentar Rachel saat melihat 2 sahabatnya yang ada di balik pintu.
"Lo ada rencana ga sekarang?" tanya Vino.
"Ada yang mau kita berdua omongin sama lo." tambah Lidyo.
"Enggak siiiiih..... kebetulan ini nyokap bokap lagi pergi, Karen lagi main sama temennya, gue juga baru mau pergi nanti malem sih."
"Yaudah kalo gitu kita berdua boleh masuk?" tanya Vino.
"Hahaha yaudah kalo gitu masuk aja." Rachel tertawa. "Masuk sini abang Vino sama abang Dyo."
Rachel mempersilahkan kedua sahabatnya untuk masuk dan keduanya mengikuti duduk di ruang tamu rumah Rachel.
"Mau minum apa nih?" tawar Rachel.
"Gak usah, kita berdua baru abis dari acara masing-masing tadi." tolak Vino.
"Oh gitu. Terus apa yang mau kalian berdua omongin?"
Vino dan Lidyo terdiam dan saling melempar pandang, memberikan kode agar salah satu dari mereka berdua berbicara. Tentu bukan perkara mudah, ya siapa juga yang bisa dengan santai memberi kabar kepada sahabatnya jika seseorang yang sedang dekat dengannya kemungkinan sedang memiliki hubungan khusus?
Mereka berdua tetap saling melempar kode agar salah satu berbicara, tapi tidak ada yang mau berbicara. Padahal tadi Lidyo sengaja berbohong kepada Melody bahwa ia sedang tidak enak badan dan harus cepat-cepat mengakhiri double date mereka, karena dia terus kepikiran dengan apa yang ia saksikan tadi pagi. Begitu pula Vino yang melakukan alasan serupa kepada Shani agar ia dan Dyo bisa langsung menuju ke rumah Rachel.
"Kalian berdua kenapa sih malah lirik-lirikan gini? Awas loh nanti jadi saling suka!" Rachel terkekeh.
Namun Vino dan Lidyo nampak tidak berminat untuk menanggapi gurauan Rachel, membuat Rachel jadi tidak enak.
"Eh jadi kalian beneran.....? Sorry sorry, gue gak ada maksud buat ngetawain. Kaget aja, gue kira kalian udah sama teh Melody sama Shani."
Lagi-lagi kedua sahabatnya itu tidak ada niat untuk menanggapi.
"Lo tau sekarang Nadila ada di mana?" tanya Vino.
"Dia bilang sih dia baru mau balik dari Bogor, makanya nanti malem gue ada janji main sama dia." jelas Rachel.
Mendengar itu Lidyo langsung memberikan kode kepada Vino dan langsung dimengerti oleh Vino. Vino kemudian mengeluarkan ponselnya dan setelah mendapati apa yang ia inginkan, ia langsung meletakkan ponsel miliknya itu di meja yang tersedia di ruang tamu ini.
"Apaan nih?" Rachel lalu mengambil ponsel milik Vino itu. "Eh ini kan Nadila? Sama Yupi bukan sih?"
"Foto itu gue sama Dyo ambil tadi pagi." jelas Vino.
"EH SERIUSAN?!!" Rachel terkaget. "Nadila bilang baru balik dari Bogor sore ini."
"Gue juga kaget sih waktu tiba-tiba diajakin Vino buat pergi nemenin dia, ternyata buat ngebuntutin Yupi yang lagi janjian sama Nadila." terang Lidyo.
"Lo inget kan kemaren waktu gue mau makan siang sama Shani bareng temen-temennya, gue ketemu lo dulu?" tanya Vino yang dijawab anggukan kepala oleh Rachel, yang mulai terlihat khawatir. "Nah waktu di mall itu gue gak sengaja ngelihat Yupi lagi jalan berdua sama Nadila."

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Remaja
RomanceNadila, seorang siswi SMA asal Bogor rela pindah ke Jakarta supaya lebih dekat untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang diplomat dan juga musisi. Di SMA Eno 48 Jakarta inilah kisah barunya dimulai, bertemu dengan orang-orang baru yang mengajarkan d...