Nadila, seorang siswi SMA asal Bogor rela pindah ke Jakarta supaya lebih dekat untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang diplomat dan juga musisi. Di SMA Eno 48 Jakarta inilah kisah barunya dimulai, bertemu dengan orang-orang baru yang mengajarkan d...
Nadila sudah seminggu bersekolah di SMA Eno 48 Jakarta ini. Meski awalnya menakutkan, ternyata segala hal yang ia takutkan tidaklah terjadi. Di sini ia cukup enjoy menikmati kegiatan belajar mengajar plus murid-murid di sini lebih menyenangkan dibandingkan di sekolahnya terdahulu.
Namun tentu proses adaptasi tidak semudah itu, ia perlu mengejar demi bisa mengikuti kurikulum yang berlaku di sini. Untuk itulah ia belum memiliki waktu untuk bisa lebih dekat dengan teman-teman sekelasnya, apalagi dirinya yang bisa dibilang introvert dan enggan untuk meng-approach lebih dahulu.
Karena alasan itu pula lah yang membuat ia tiap jam istirahat selalu menuju ke ruang musik, seperti yang ia lakukan hari ini. Ia tidak bermain musik di ruang itu, melainkan hanya melihat dan mendengar seorang murid yang memainkan gitarnya di ruang itu. Sekali lagi sifat introvert-nya membuat ia enggan untuk mengajak murid yang ia duga merupakan adik kelasnya itu untuk berkenalan.
"Hey Nadila, ngapain?" sapa teman sekelas Nadila yang bernama Natalia saat melihatnya mengintip ke dalam ruang musik.
"Eh Natalia."
"Panggil aja Nat." ucap Natalia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yeee malah balik nanya." Natalia sedikit mendorong bahu Nadila. "Tadi aku mau tidur di Ruang Tari yang ada di sebelah, eh lihat kamu di sini yaudah aku samperin."
"Tidur? Kenapa ga di UKS atau Perpus aja?"
"Enggak ah terlalu rame. Di Ruang Tari pasti sepi, paling anak-anak Dance doang dan mereka ga bakalan ganggu. Mereka udah tau kalo aku kecapean abis kerja semalem."
"Kamu udah kerja?"
"Part-time aja kok, di kafe deket sini bareng Rona juga. Kita berdua kan anak rantau, musti cari uang tambahan."
"Oh ternyata bukan cuma aku ya yang rantau."
"Kalo kamu mau cari tambahan bisa loh ikut kita." Ucap Natalia menawari Nadila.
"Eh iya nanti aku pikirin lagi."
"Ngomong-ngomong pertanyaan aku tadi belum dijawab loh."
"Eh?"
"Kamu di sini ngapain?"
"Oh ini, tadinya mau main gitar di dalem tapi ternyata udah ada orang. Udah 4 hari ini dia selalu ada di dalem pas jam istirahat, aku baru sekali masuk ke dalem minggu lalu."
Natalia pun mengintip ke dalam lewat kaca jendela. "Oh itu Aurel, dia emang sering main di sini waktu istirahat."
"Nat kenal?"
"Iya dong, dia anak Dance juga kayak aku."
"Hmm anak Dance tapi juga bisa main alat musik dan nyanyi, hebat ya."