Orang-orang baru akan peduli padaku jika aku cantik atau disaat aku akan mati.
Kalau aku benar-benar pergi saat ini, tolong sampaikan padanya; aku masih sangat mencintainya.
Menyebalkan rasanya, saat aku berniat ingin membencinya saja, tapi nyatanya malah sebaliknya.
Ternyata, merelakan tak semudah yang dikatakan orang-orang.
Nyamuk aja ditepuk dengan kedua tangan, tapi kenapa aku dan dia bertepuk sebelah tangan?
Aku tak ingin pergi dengan perasaan sakit hati; tak ingin pergi dengan perasaan sesak seperti ini.
Aku tahu, tak semua harapan harus menjadi kenyataan, tak semua impian akan terwujudkan.
Tapi tolong, beri aku satu alasan--kenapa hanya aku yang mencintainya sendirian?
Beri aku satu alasan--kenapa dia selalu mengindar? dan kenapa harus selalu aku yang mengejar?
Semua ini kulakukan agar aku bisa pergi dengan tenang.
------------
Yang punya ide buat puisi (part) selanjutnya, komen di sini ya....
Vote dan komentar kalian, berarti buatku☆
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐞𝐫𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐦𝐮 (𝖕𝖚𝖎𝐬𝖎)
Puisi// 𝐁𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧, 𝐚𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢𝐚𝐚𝐧 // (𝐡𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐨𝐮𝐭𝐬𝐢𝐝𝐞-𝐛𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐢𝐧𝐬𝐢𝐝𝐞) ____________________________________________ 𝐌𝐞𝐫𝐞...
