~Dari Puan'

217 68 17
                                        

Teruntuk kamu :

Mengapa?!...

Mengapa kau datang sangat diriku mulai melupakanmu...

Kau datang kembali saat beberapa yang lalu kau menghilang...

Aku sadar, kau hanya jadikanku sebagai bahan pelampiasan saat dirimu bermasalah dengan kekasih mu itu...

Haha..!Sungguh lucu,

dirimu hanya menjadikanku tameng pelampiasan, dan bodohnya diriku...

Diriku selalu mempercayai janji manis mu itu, Padahal semua hanya omong kosong milikmu...

Sungguh ... dirimu sangat hebat dalam mempermainkan perasaan seseorang...

Kau singgah tetapi tidak sungguh sungguh...

Kau menanam harapan kepada seseorang...

Setelah itu kamu pergi menghilang tanpa alasan...

Brengsek?!..

YA! KAMU MEMANG PANTAS UNTUK MENDAPATKAN JULUKAN BRENGSEK...

Kau hanya bisa membuatku terjebak di labirin hatimu...

Dan bodohnya aku,terlalu memakai hati daripada logika...

Terkadang semuanya harus dipikir secara logika, tidak harus selalu dengan hati...

Tetapi mengapa?!..

Hatiku senang saat dirimu hadir...

Walaupun aku telah sadar bahwa aku hanya batu loncatan bagimu...

Ya!... bodohnya diriku ... apakah kamu senang melihat keadaanku yang seperti ini? Sudahkah kamu sekarang puas?...

Namun maaf...

Untuk kali ini aku tidak ingin menjadi bodoh lagi...

Untuk kesekian kalinya,karena sudah terlibat dalam permainan dirimu...

Dan terimakasih karena kamu,aku tahu mana yang benar benar tulus mencintaiku...

Dan mana yang hanya mempermainkan hatiku...

Terimakasih sekali lagi,dan percayalah kau hanya pandai membagikan luka sehingga kamu tidak sadar dan lupa...

Bahwa Allah adil dalam semua hal...

Suatu saat,dirimu akan merasakan semuanya apa yang diriku rasakan...

Bahkan pembalasan tersebut akan lebih sakit dari apa yang aku rasakan sebelumnya karena ulah dirimu...

Terimakasih atas semuanya...

Semoga kau sadar,bahwa dirimu pantas mendapat julukan pecundang...

Writed by : RestuuuFk_

🗝️🗝️🗝️

Terimaksih telah meninggalkan jejak. Vote dan komen kalian sangat berarti ^_^

Jika mau membagikan puisi ini, jangan lupa tuliskan sumber ya.

Next!


𝐌𝐞𝐫𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐦𝐮 (𝖕𝖚𝖎𝐬𝖎)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang