Dulu kita sering bercerita,
sekarang kita hanya sebuah cerita.
Satu hal yang paling tidak bisa aku mengerti tapi juga sangat 'ku syukuri-
adalah ketika kamu sudah tidak se-spesial dulu lagi.
Percaya atau tidak,
kini hatiku terasa biasa saja ketika mendengar namamu.
Tanganku sudah tak gemetar dan kedinginan lagi-
ketika berkirim pesan denganmu seperti dulu.
Waktu itu, aku sangat sanggup menulis ratusan judul puisi tentangmu-
tapi sekarang, menulis satu bait tentangmu sangat sulit bagiku.
Perasaan itu, sekarang sudah hilang-
dan memori-memori itu juga perlahan terlupakan.
Aku sadar, musim akan berganti,
tidak akan selamanya dingin atau semi.
Melupakan bukan ajang perlombaan,
semuanya butuh waktu; tidak ada yang instan.
Satu hal yang perlu manusia tahu,
bahwa semuanya akan biasa saja pada waktunya.
Kesedihan, tekanan, sesak, sepi, juga luka yang kini terasa-
pada waktunya akan menjadi hal yang biasa.
Jadi, jalani saja-
sebab, menolak takdir juga tak ada gunanya.
___________________________
Dah lama tenggelam :) sekarang bisa muncul lagi ke permukaan.
Kayak biasa, gak akan lupa, vote dan komen kalian, berarti buatku.
Oh iya, buat yang request, akan juga sedang aku kerjain; lagi mikirin judul yang tepat sama yang lainnya (*´▽')ノ
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐞𝐫𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐦𝐮 (𝖕𝖚𝖎𝐬𝖎)
Poetry// 𝐁𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧, 𝐚𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢𝐚𝐚𝐧 // (𝐡𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐨𝐮𝐭𝐬𝐢𝐝𝐞-𝐛𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐢𝐧𝐬𝐢𝐝𝐞) ____________________________________________ 𝐌𝐞𝐫𝐞...
