mari jangan saling jatuh cinta

120 42 78
                                        

Aku mengabaikan banyak hal yang bisa menjadi begitu luar biasa hanya karena aku sedang jatuh cinta.

Aku melupakan berbagai kewajiban yang seharusnya kujalankan hanya karena aku sedang jatuh cinta pada seseorang.

Tanpa kusadari, dia yang sedang ku suka manjadi lebih penting dari keluarga, sahabat; segalanya.

Pikiranku tidak mempedulikan semua kekurangannya—menyebabkannya terlihat sempurna; di mataku.

Masih mending kalau dia juga mencintaiku, tapi kenyataannya gak semudah itu.

Aku mencintainya sendirian—cinta bertepuk sebelah tangan.

Mungkin hal itu yang menyebabkanku melupakan diriku sendiri, sebab dia-lah yang terus kupikirkan setiap hari.

Aku mengabaikan diriku sendiri yang juga butuh perhatian, sebab hanya dia-lah yang terus kuperhatikan.

Sahabat-sahabatku perlahan pergi—ralat, sebenarnya aku yang menjauh—mereka selalu menggangguku yang sedang jatuh cinta.

Pada awalnya, aku selalu bersemangat mendekatinya, mencari topik yang menarik untuk kubahas dengannya.

Pada awalnya, aku selalu tersenyum—bahagia—berbunga-bunga, bahkan di saat dia menganggapku tak ada.

Memang bodoh, karena bertahan untuk memperjuangkannya sama saja menyakiti diriku sendiri, tapi untuk saat ini aku belum mau berhenti.

Semakin hari, bukannya makin dekat nyatanya malah semakin jauh.

Mungkin dia muak. Mungkin dia terganggu. Mungkin memang benar kata temanku; sampai kapanpun dirinya tak akan menyukaiku.

Meski sudah dibuat patah, hatiku menolak menyerah. Aku akan tetap memperjuangkannya.

Tapi lama-lama aku juga lelah, semua ini tidak ada hasilnya.

Aku sadar, banyak hal yang lebih menyenangkan daripada mengejar seseorang yang tak ingin berhenti berlari.

Juga, aku akan belajar merelakan semua yang tidak ditakdirkan untuk diriku sendiri.

Jadi, mari jangan saling jatuh cinta ya,
kecuali—

jika memang dirimu sudah bisa mengendalikannya—

sudah benar-benar tahu maknanya—

atau benar-benar tak bisa menolaknya.

Satu lagi, aku ingin kamu tahu—
sekuat-kuatnya kamu memegang seseorang, kalau dia bukan jodohmu, dia akan pergi. Tapi sekuat-kuatnya kamu menolak seseorang, kalau dia jodohmu, dia akan selalu datang.

_______________________________

kalau boleh cerita, aku gak pernah jadiin kesibukan di dunia nyata sebagai alasan  jarang nge-publish part baru.

jujur, alasan sebenernya aku jarang update cuman karena lagi gak peka aja. bener-bener datar; gak sedih, gak bahagia juga. ada yang ngerasain hal yang sama?

kalau biasanya bisa dengan mudah masuk dan menjadi orang lain buat  nulis apa yang dirasain orang itu, kali ini bener-bener sulit.

dan, mari jangan saling jatuh cinta adalah part yang kutulis buat diriku sendiri. karena, kali ini; lagi di fase gak berminat mikirin seseorang, lagi gak berselera buat nyari gebetan, lagi gak tertarik buat pdkt-an (apaansih hahah).
ada yang ngerasain hal yang sama?

jadi, gitu ya... aku harap kalian gak kabur dan ngehapus cerita ini dari perpustakaan wattpad kalian. setiap hari aku selalu nyempetin buat on di wattpad. aku baik-baik aja, gak mati dan masih hidup.

jadi, aku rasa itu aja, kedepannya akan selalu aku usahain buat nulis dan ngerjain request-an, jadi—jangan ngehapus 'Merelakanmu' dari perpustakaan kalian.
kita ketemu lagi nanti ya (*´▽')ノ

𝐌𝐞𝐫𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐦𝐮 (𝖕𝖚𝖎𝐬𝖎)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang