Aku rela kamu bersama dengan dia,
asalkan kalian berdua tidak bahagia.
Aku tidak ingin menjadi munafik,
sebab berpura-pura bahagia itu sakit.
Aku juga rela menjauhimu,
jika itu memang yang kamu mau.
Namun, satu hal yang perlu kamu tahu;
semakin keras usahaku untuk menghindarimu--malah membuat pikiran ini semakin kuat mengingat semua tentangmu.
Seharusnya kamu mengajariku cara melupakanmu,
jika kamu menginginkanku berhenti mengingatmu.
Kalau tahu akhirnya begini,
dari awal seharusnya aku pergi.
Bukan malah menyambut kehadiranmu,
yang perlahan mendatangkan rasa suka dan sayang.
Yang malangnya,
hanya aku yang merasakan rasa itu sendirian.
Satu hal lagi yang perlu kamu tahu; demi bahagiamu, aku rela membunuh perasaanku.
Sebab aku tahu,
perasaan ini hanya akan menjadi beban bagimu.
Mulai detik ini,
berbahagialah.
Tenang saja,
aku akan terus berusaha membunuh perasaanku.
Walau aku tahu,
rasa ini tidak akan pernah mati bagiku.
------------
Ngerasa gak, sih? kalau waktu itu cepet banget berlalu. Perasaan baru kemarin libur sekolah, eh sekarang harus kembali ngerjain tugas-tugas :")
Semangat buat kita semua ><
Eh, hampir lupa---vote dan komen kalian, berarti buatku.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐞𝐫𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐦𝐮 (𝖕𝖚𝖎𝐬𝖎)
Poesía// 𝐁𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧, 𝐚𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢𝐚𝐚𝐧 // (𝐡𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐨𝐮𝐭𝐬𝐢𝐝𝐞-𝐛𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐢𝐧𝐬𝐢𝐝𝐞) ____________________________________________ 𝐌𝐞𝐫𝐞...
